Penulis : Suradi, SE, MM, CPS-AMMPI
Upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam melakukan penilaian kinerja dan keunggulan perusahaan atau organisasi maka dilakukan penyelenggaraan Global Assessor International Course (GAIC) : Spirit of Excellence. Kegiatan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi yang diperlukan dalam melaksanakan assessment perusahaan atau organisasi secara sistematis, objektif, dan berbasis bukti.
Pelatihan yang diselenggarakan oleh AMMPI pada Senin, 31 Agustus 2026 di Semarang tersebut diikuti 10 orang peserta yang berasal dari AMMPI, PT. Jamiko Karya Kreasi dan PT. Asanesia Consulting Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan Harnek Singh sebagai instruktur internasional yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang business excellence, manajemen mutu, produktivitas, dan peningkatan kinerja organisasi.
Materi GAIC antara lain Baldrige Excellence Framework Criteria 2026. Revisi 2026 lebih sederhana, lebih fleksibel, lebih berfokus pada kematangan. Kerangka kerja keunggulan Baldrige (Baldrige Excellence Framework) versi 2026 memperkenalkan enam perubahan utama :
- Diperkenalkannya tiga jalur kematangan
- Hasil diintegrasikan di seluruh kategori
- Tujuh Kategori disederhanakan menjadi enam (Kerangka Kerja telah disederhanakan agar lebih mudah dipahami dan diterapkan).
- Perubahan nama Kategori 4 (Pengukuran, Analisis & Manajemen Pengetahuan menjadi Kecerdasan Organisasi (Organisational Intelligence). Mencerminkan peran yang lebih luas dari data, informasi, pengetahuan, dan pembelajaran organisasi.
- Sistem penilaian diselaraskan dengan kerangka kerja (Evaluasi dan penilaian diselaraskan lebih erat dengan jalur kematangan dan struktur kerangka kerja yang baru).
- Bahasa dan glosarium diperbarui (terminologi telah disederhanakan dan diperjelas untuk meningkatkan aksesibilitas dan konsistensi).
Versi 2026 menggeser fokus Baldrige dari orientasi yang berbasis kriteria dan penilaian menuju pendekatan yang lebih mudah diakses dan berbasis kematangan dalam mencapai keunggulan kinerja organisasi.
Sebagai tahapan utama dalam metode penilaian meliputi : 1. Penilaian Pra-kunjungan lokasi (Tinjauan independen, tinjauan konsensus). 2. Kunjungan lokasi (Observasi lokasi, Tinjauan kokumen, wawancara). 3. Pertemuan Pasca-kunjungan & Umpan Balik (Tinjauan temuan & penilaian ulang, kekomendasi penghargaan, Finalisasi laporan umpan balik).
Selama pelatihan, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dan prinsip Business Excellence Framework, struktur dan kriteria penilaian, persyaratan kompetensi asesor, metode penilaian dan teknik pengumpulan dan verifikasi bukti. Materi juga mencakup proses document review, interview, evidence analysis, scoring, consensus assessment, hingga penyusunan laporan umpan balik (feedback report).
Dalam pelaksanaan asesmen, seorang asesor dituntut tidak hanya memahami kriteria BEF, tetapi juga memiliki kemampuan analitis dan objektivitas dalam menilai sejauh mana pendekatan organisasi diterapkan dan menghasilkan kinerja. Penilaian dilakukan dengan memperhatikan bukti yang tersedia, konsistensi penerapan, proses pembelajaran dan perbaikan dan hasil kinerja perusahaan atau organisasi.

Membangun kompetensi, profesionalisme dan budaya keunggulan. Sunarso HS selaku Ketua Umum DPP AMMPI dalam kesempatan Global Assessor International Course ini menegaskan pentingnya pengembangan kompetensi Global Assessor sebagai bagian dari upaya membangun kompetensi dan profesionalisme serta budaya keunggulan dan peningkatan kinerja secara berkelanjutan.
“Assessor memiliki peran strategis dalam memberikan penilaian yang objektif sekaligus memberikan umpan balik yang konstruktif. Karena itu, kompetensi, integritas, dan kemampuan analitis assessor menjadi faktor penting dalam memastikan proses asesmen memberikan nilai tambah bagi organisasi,” AMMPI diharapkan mampu mengembangkan kompetensi para Global Assessor yang memadai, sehingga berpengaruh ke produktivitas secara makro akan lebih terasa bagi Indonesia ujar Sunarso HS.
Antusias peserta. Antusias peserta terlihat selama berlangsungnya pelatihan. Peserta aktif mengikuti diskusi, menyampaikan berbagai pertanyaan. Interaksi antara peserta dan instruktur juga menjadi bagian penting dalam memperkaya pemahaman mengenai penerapan GAIC di berbagai karakteristik organisasi atau perusahaan.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan prinsip-prinsip Global Assessor secara profesional, melakukan asesmen berdasarkan bukti yang objektif, serta memberikan rekomendasi perbaikan yang dapat membantu organisasi atau perusahaan meningkatkan efektivitas, efisiensi, kualitas pelayanan, produktivitas, inovasi, dan daya saing.
Kegiatan ditutup dengan evaluasi pembelajaran dan seluruh peserta mendapat sertifikat telah mengikuti GAIC ini. Para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja dan keunggulan organisasi atau perusahaan.

Apa saja kata peserta. Menurut Ir. Alugoro Mulyowahyudi, MSc, PhD. (CEO Asanesia Consulting Indonesia) bahwa Training GAIC sangat bagus dan bermanfaat bagi Assessor dan Business Leader untuk mendapatkan pengetahuan terkini dari trainer kelas dunia dari Singapore yang sangat berpengalaman terkait dengan Business Excellent Framework yang paling up to date dan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kinerja Perusahaan dan membawa perusahaan menjadi World Class Company.
Adapun menurut Agus Gunawan (peserta dari PT. Jamiko Karya Kreasi) bahwa Global Assessor International Course 2026 memberikan nilai tambah yang sangat berarti bagi saya, terutama dalam memahami bagaimana konsep Business Excellence terus berkembang mengikuti perubahan lingkungan bisnis yang semakin cepat.
Kesempatan untuk belajar langsung dari Harnek Singh, Business Excellence Expert dari Singapore, memberikan perspektif baru bagi saya mengenai perkembangan terkini Baldrige 2026 dan bagaimana framework tersebut dapat digunakan bukan sekadar sebagai alat asesmen, tetapi sebagai kerangka untuk mendorong organisasi terus bertransformasi dan meningkatkan kinerjanya.
Yang juga sangat berharga bagi saya adalah kesempatan untuk belajar dengan lebih cepat melalui diskusi langsung bersama para pakar AMMPI yang hadir selama program. Berbagai konsep dan perspektif internasional dapat langsung didiskusikan dan dikaitkan dengan kasus-kasus nyata di Indonesia. Hal ini membuat pembelajaran menjadi lebih kontekstual, relevan, dan lebih mudah diterapkan ketika kembali ke organisasi.
Saya sangat mengapresiasi AMMPI yang menghadirkan kombinasi perspektif internasional dan pengalaman para pakar Indonesia dalam satu forum. Bagi saya, program ini bukan hanya memperbarui pengetahuan tentang Baldrige 2026, tetapi juga mempertajam cara berpikir sebagai assessor sekaligus memberikan insight yang dapat saya bawa kembali ke organisasi untuk terus membangun Business Excellence yang adaptif, berkelanjutan, dan relevan menghadapi berbagai perubahan.
Bagi Budihartono sebagai representatif peserta dari AMMPI mengatakan bahwa GAIC yang diselenggarakan sebagai rangkaian acara IQEF 2026 diharapkan dapat menginspirasi para peserta untuk dapat memahami Business Excellence Framework (BEF) 2026, mengimplementasikan dan melakukan assessment. Bagi komite IPEA acara GAIC ini dapat membantu pengembangan IPEA Excellence Framework (IPEX) 2027 agar makin bermanfaat bagi para aplikan.
Ada pesta ada hadiah, hadiah dibuka isinya jam tangan.
Dengan kompeten yang sulit jadi mudah, yang berat jadi ringan.
Tanpa kekasih sungguh kesepian.
Terimakasih dan cukup sekian.





