Penulis : Suradi, SE,MM,CPS-AMMPI
Apa itu Asian Productivity Organization (APO)? Asian Productivity Organization (APO)adalah organisasi antarpemerintah di kawasan Asia-Pasifik yang berfokus pada peningkatan produktivitas, daya saing, kualitas, inovasi, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan negara-negara anggotanya. Indonesia merupakan salah satu negara anggota APO, dengan Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Bina Peningkatan Produktivitas sebagai salah satu pihak yang berperan dalam pengembangan produktivitas nasional.
Conference on Sustainability and Business Excellence in Action: Insights from the Thailand Quality Award merupakan program Asian Productivity Organization (APO) yang dijadwalkan pada Kamis, 20 Agustus 2026 yang diselenggarakan oleh Thailand dan APO Secretariat, Japan, secara online.
Latar Belakang. Perubahan lingkungan bisnis yang semakin cepat menuntut organisasi tidak hanya mampu menghasilkan produk dan layanan berkualitas, tetapi juga mampu menciptakan kinerja unggul secara berkelanjutan.Organisasi yang unggul perlu mengintegrasikan kepemimpinan, strategi, pelanggan, sumber daya manusia, proses operasi, inovasi, pengelolaan pengetahuan, serta hasil kinerja dalam suatu sistem manajemen yang terintegrasi.
Dalam konteks tersebut, Thailand Quality Award (TQA) menjadi salah satu contoh penerapan kerangka performance excellence yang dapat memberikan pembelajaran bagi organisasi di negara-negara anggota APO. Secara konsep TQA menggunakan pendekatan yang sejalan dengan berbagai National Quality Award di dunia, termasuk pendekatan berbasis Business Excellence dan pengukuran hasil organisasi. Adapun tujuan umum acara ini untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai penerapan sustainability dan business excellence melalui pembelajaran dari Thailand Quality Award sebagai referensi untuk meningkatkan kinerja perusahaan atau organisasi secara berkelanjutan.
Thailand Quality Award (TQA) merupakan kerangka penghargaan kualitas nasional Thailand yang digunakan untuk mendorong organisasi meningkatkan kemampuan manajemen dan kinerja menuju organizational excellence. TQA bukan sekadar kompetisi untuk memperoleh penghargaan. TQA dapat digunakan sebagai :
Framework → Self Assessment → Improvement → Performance Excellence. TQA menjelaskan semangat kriteria kualitas nasional : apakah organisasi bekerja sebaik yang seharusnya, bagaimana organisasi mengetahuinya dan apa yang perlu diperbaiki atau diubah.
Hubungan dengan National Quality Award. Ini sangat menarik jika dikaitkan dengan pembahasan kita sebelumnya mengenai National Quality Award (NQA). Thailand Quality Award (TQA) dapat dipandang sebagai contoh penerapan business excellence framework pada tingkat nasional. APO melalui konferensi ini memberikan kesempatan bagi negara anggota untuk mempelajari praktik tersebut dan mengambil pembelajaran yang dapat diterapkan sesuai konteks tiap-tiap negara.
Lima sesi menebarkan arti. Dalam acara ini diagendakan dan dibagi ke dalam 5 sesi. Sesi 1 tentang Thailand Quality Award (TQA) : Building Building Organizational Excellence for Sustainable Success dengan narasumber Ratchada Asisonthisakul TQA Technical Sub-committee and TQA Assessors. Sesi 2 Building Innovation Ecosystem: From Culture to Commercialization dengan narasumber Asst. Prof. Surat Tanprawate, M.D. Assistant Dean for Research, Innovation, and International Affairs, Faculty of Medicine, Chiang Mai University. Sesi 3 tentang Business Continuity, Resilience and Risk Management in Action dengan narasumber Woratat Banluekhet Vice President, Engineer[1]ing & Maintenance,Engineering & Maintenance Department, Natural Gas Separation Division, PTT Public Company Limited. Sesi 4 tentang Driving Operational Excellence through the Mini Factory and Influencer Model: The Western Digital Journey dengan narasumber Attarat Donsakul Operation Director Western Digital Storage Technologies (Thailand) Co., Ltd. (Prachinburi Branch). Sesi 5 tentang Key Takeaway & Practical Insights for Action dengan narasumber Ratchada Asisonthisakul.
Acara ini diikuti oleh para pimpinan suatu perusahaan, para expert di bidang Business Excellence Framework (BEF), dunia pendidikan perguruan tinggi, dunia kesehatan, konsultan dan bidang lainnya dari beberapa negara anggota APO dan tuan rumah para narasumber Thailand. Berdasarkan list of resource persons dalam acara ini sebagai duta peserta dari Indonesia sebanyak 3 orang yaitu Abdul Halim (AMMPI), Suradi (AMMPI) dan Budihartono Fyodorov (PT. Wahana Kendali Mutu). Kita Indonesia. Kita Produktif. AMMPI Kontribusi untuk Negeri.






