Value creation Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXIX-2025 di Batam : Talkshow Membangun Daya Saing Bangsa melalui Inovasi yang Produktif dan Berkelanjutan

TKMPN XXIX-2025 kali ini terus berusaha memberikan dan atau menyajikan suatu acara yang beda, unik dan menarik.   Sebagai suatu value creation TKMPN XXIX-2025 diantaranya adalah menyelenggarakan talkshow produktivitas melalui media podcast. Diselenggarakan pada Selasa malam mulai pk 20.00 Wib, 25 November 2025 di Hotel Harmoni One Batam  dalam satu ruangan yang didesain sementara sebagai studio podcast. Menjadi host adalah Veronica  dari Tribun Batam dengan narasumber sebanyak  4 orang yaitu Anang Yuliarto – Ketua Penyelenggara TKMPN XXIX, Damayanti – Direktur PT Wahana Kendali Mutu, Suradi – Ketua Umum  Asosiasi Manajemen Mutu dan Produktivitas Indonesia dan Muhammad Ali – Direktur Bina Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI)

Talkshow ini dimulai oleh Anang Yuliarto selaku Ketua Penyelenggara TKMPN XXIX-2025 bahwa   Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional  (TKMPN) adalah perhelatan tahunan yang diselenggarakan oleh Wahana Kendali Mutu dan AMMPI untuk mewadahi dan mengapresiasi karya – karya terbaik dalam bidang inovasi dan improvement dari semua entitas di Indonesia

Jumlah peserta 2.500 orang yang berasal dari 222 perusahaan di seluruh indonesia dan terbagi menjadi 650 tim. Peserta berasal dari perusahaan swasta, BUMN, instansi pemerintah, lembaga keuangan , perguruan tinggi dan berbagai entitas yang lain  dari seluruh Indonesia. Kita bersyukur tahun ini memecahkan rekor tertinggi jumlah peserta dari sepanjang 29 tahun penyelenggaraan TKMPN.

Sebenarnya penyelenggaraan TKMPN tahunan ini selalu berpindah dari kota besar ke kota besar di seluruh Indonesia . Tahun ini kita pilih Batam karena Batam merupakan kawasan industri khusus yang strategis untuk industri , perdagangan dan investasi dan dekat dengan singapore dan malaysia sehingga kita berharap agar Batam semakin maju dunia industri dan perdagangannya sehingga mampu bersaing dengan negara tetangga.

Tema tahun ini : Membangun Daya Saing Bangsa melalui Inovasi yang Produktif dan Berkelanjutan. Dengan tema ini kami ingin mendorong agar perusahaan dan kita semua terus melakukan Inovasi sehingga mampu untuk bersaing dan menjadi pemain yang unggul di bidangnya masing-masing.

Dalam kesempatan yang berharga ini Damayanti selaku Direktur PT Wahana Kendali Mutu menegaskan bahwa tahun ini TKMPN memasuki ke 29 tahun penyelenggaraan, pertama kali diselenggarakan pada tahun 1997 di Jakarta yang didukung oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI ,  sampai saat ini TKMPN dapat dilaksanakan secara konsistenwalaupun tahun 2020 dan 2021 adanya pandemi namun kami tetap melaksanakan melalui online presentasi.

Dukungan dari Pemerintah khususnya Kementerian Ketenagakerjaan RI sampai saat ini melalui kehadirannya dalam membuka acara TKMPN. Penyelenggaraan TKMPN dilaksanakan saat itu dalam rangka mendukung bulan mutu dan produktivitas yang  tepatnya tahun 1992 bulan November yang dicanangkan sebagai bulan Mutu dan Produktivitas .

Kami WKM bersama dengan AMMPI yang di dalamnya tergabung Perusahaan Perusahaan BUMN, Swasta membuat acara TKMPN yang tujuannya adalah untuk menyebarluaskan dan mengajak semua kalangan luas dari seluruh sektor industri dan jasa  untuk meningkatkan mutu dan produktivitas serta  mendorong timbulnya karya-karya bermutu dan bermanfaat bagi organisasi masyarakat & bangsa.

Selain TKMPN mempunyai acara Nasional : (1) ICCOSH 2026 di  Yogyakarta bulan Mei acara ini didukung oleh Kementerian Tenaga Kerja RI Direktorat K3. (2) IQEF ( Indonesia Quality Excellence Festival ) di Semarang pada bulan Agustus 2026.  Disamping itu juga ada acara internasional dan kerjasama dengan organisasi di Luar Negeri : IQPC bulan September 2026, APQO – bulan  Oktober 2026 dan ICQCC pada bulan November 2026.  

Mengikuti Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) sangat penting, baik bagi individu maupun perusahaan yang berpartisipasi.  Acara tahunan ini adalah ajang bergengsi di tingkat nasional untuk mendemonstrasikan keberhasilan dalam pengelolaan mutu dan produktivitas.

Beberapa alasan mengapaTKMPN penting. Bagi Perusahaan : Unjuk keberhasilan, benchmarking dan pertukaran pengalaman, meningkatkan daya saing. Pengembangan SDM, pengembangan wawasan, membangun relasi, peningkatan keterampilan presentasi dan inovasi, motivasi dan apresiasi. Menyampaikan terimakasih kepada perusahaan yang telah konsisten mengirimkan kepesertaan di TKMPN dan turut menyebarluaskan acara ini sehingga setiap tahun kepesertaan TKMPN selalu bertambah.

Suka dan duka penyelenggaraan TKMPN. Suka nya forum TKMPN dapat dimanfaatkan perusahaan sebagai ajang bergengsi dalam unjuk keberhasilan penerapan inovasi dan improvement dan sharing pengalaman praktek penerapan di berbagai jenis usaha di Indonesia. Dukanya  disetiap tahun kepesertaan TKMPN terus bertambah sehingga panitia menghadapi kendala  tempat hotel yang di gunanakan sebagai  ruangan presentasi yang sangat terbatas untuk bisa menampung lebih 2.500 peserta.

Di sisi lain Asosiasi Manajemen Mutu dan Produktivitas Indonesia (AMMPI) yang saat ini dikomandani Suradi semakin mewarnai acara talkshow ini dengan menjelaskanbahwa kiprah AMMPI dalam mendorong produktivitas nasional adalah menyelenggarakan event nasional TKMPN dan IQEF serta event internasional IQPC, APQO IC dan  ICQCC. Selain itu mendukung dan berkontribusi terhadap program pemerintah (Kemnaker) seperti kegiatan Pekan Peningkatan Produktivitas Nasional (P3N), menyelenggarakan webinar peningkatan produktivitas, menjadi narasumber peningkatan produktivitas, mengikuti pelatihan pengukuran produktivitas, productivity specialist dan green productivity. Menjadi counterpart pra konvensi dan konvensi SKKNI Produktivitas, penilaian Paramakarya, penilaian 5R.  

Selain TKMPN maka AMMPI juga menyelenggarakan IQEF dengan kegiatan utama Quality Excellence Sharing Session, Quality Excellence Exhibition dan IQEF Awards Presentation.    Untuk IQEF Awards Presentation secara korporasi atau organisasi yaitu IPEA dan IMA. Sedangkan  secara figure atau individual : QLA, QPA, QFA dan TLA.

Melakukan assessment IPEA dan kegiatan pendukungnya : workshop, pelatihan BEF awareness. Menyelenggarakan event internasional IQPC, APQO IC dan ICQCC. Menyelenggarakan webinar. Advisory perusahaan aplikan mengikuti IPEA,  GPEA dan  menjadi GPEA Assessor. AMMPI juga menyelenggarakan kegiatan pelatihan terutama yang terkait dengan BEF baik pada tingkat awareness maupun tingkat lanjutan bagi perusahaan yang telah maupun yang akan menerapkan BEF.  

AMMPI bergandengan tangan dengan WKM. Secara histori WKM lahir lebih dahulu dan menyelenggarakan TKMPN yang perdana pada 1997. Secara konsisten tiap tahun TKMPN hingga tahun 2025 ini merupakan TKMPN yang ke 29. AMMPI dibentuk pada tahun 2008 secara formal dengan pendiri, pembina dan pengurusnya adalah representative berbagai latar institusi, pendidikan dan pengalaman kerja untuk menjawab tantangan dan memanfaatkan peluang berkolaborasi menyelenggarakan TKMPN dan event inovasi di ajang internasional.

Hubungan kerja AMMPI dan WKM untuk membangun eksosistem mutu dan produktivitas ini semakin diperkuat dengan diterimanya AMMPI menjadi core council member dan mengikuti  APQO IC sejak 2012 dan terus berkembang saat ini dengan organisasi mutu dan produktivitas di negara lainnya seperti MPC, PSQ, SAQ dan lainnya bahkan dengan MPC berkolaborasi menyelenggarakan IQPC di Kuala Lumpur pada 2023 dan dengan PSQ di Manila Phillipine pada 2024. 

Kegiatan TKMPN di Batam ini tentu saja memberikan efek positif ekonomis kepada penyelenggara wisata, industri kecil, koperasi dan UMKM. Para peserta  akan mengenali lebih dekat tentang Batam. Pemerintah dan masyarakat dapat menyambut para delegasi dengan keragaman industri dan wisata di Batam  sekaligus memanfaatkannya sebagai media promosi Batam. Jika peserta merasa senang, nyaman, menemukan hal-hal baru dan unik di Batam maka tanpa diminta mereka secara otomatis akan menjadi duta promosi Batam sebagai kota Bandar Dunia Madani (pusat perdagangan bebas dan memiliki posisi strategis sebagai gerbang menuju dunia), kota Industri (pusat industri yang berkembang pesat, menarik banyak investasi) dan kota Singapore van Riouwarchipel karena lokasinya yang strategis dekat Singapura.

Sebagai ilustrasi, jika peserta resmi lebih dari 2.500 orang, maka akan terjadi lonjakan okupansi hunian hotel yang signifikan, setidaknya untuk selama lima hari acara berlangsung. Belum lagi efek positif ekonomi bagi pengusaha wisata, travel agent, pengrajin, dan pelaku ekonomi kreatif lainnya. Peserta TKMPN berpeluang untuk  banyak berbelanja oleh-oleh khas Batam. Ada pesan moral tentang Batam  berupa pantun :

Langit mendung warnanya hitam

Sebelum hujan sediakan payung.

Kalau ingin lebih kenal tentang Batam

Silakan datang untuk berkunjung.

Bulan terlihat di saat malam

Menyinari alam terbuka.

Selamat datang di kota Batam

Berdekatan dengan Singapura.

Di penghujung acara talkshow ini Muhammad Ali selaku Direktur Bina Produktivitas, Kementerian Ketenagakerjaan RI menjelaskan bahwa pemerintah sangat mendukung kegiatan TKMPN.  Hal ini dibuktikan dengan kehadirannya di acara ini karena bulan November adalah bulan mutu dan produktivitas. Sebagai tantangan Indonesia adalah adanya ukuran Total Factor Productivity (TFP) yang merupakan ukuran suatu negara dalam menggunakan resources untuk menghasilkan output yang sebesar-besarnya. Kondisi TPF Indonesia mengalami tren cenderung menurun yang disebabkan antara lain tingkat pendidikan yang masih relatif rendah,  tidak efisien dan kurang inovatif. Oleh karena itu kehadiran TKMPN dapat mewadahi inovasi berbasis evidence di setiap perusahaan. TKMPN juga dirasa sebagai jembatan menuju ke tindakan yang lebih efisien dan inovatif karena menjadi ajang best practice berbagi dengan perusahaan lainnya.

Kebijakan  yang telah dan pernah diterapkan Pemerintah untuk meningkatkan produktivitas nasional adalah dengan mengadob pembelajaran secara nasional, best practice tahunan baik UMKM maupun individual dan hal-hal yang baik dapat didesiminasikan ke yang lain secara lebih luas. Sebagaimana program Kaizen atau perbaikan secara berkelanjutan menjadi media untuk belajar dari orang lain.

TKMPN 2025 ini merupakan TKMPN yang kedua yang pernah diikuti semenjak menjabat sebagai direktur bina produktivitas di Kemnaker setelah yang pertama di tahun 2024 lalu di Bali. Yang dirasakan bahwa event ini bukan konsep namun menjadi jalan nyata  kita untuk meningkatkan produktivitas. Kebijakan pemerintah mengkonsolidasikan semua potensi ekosistem produktivitas seperti kehadiran AMMPI, WKM dan organisasi produktivitas lainnya.

Di tingkat internasional ada Asia Productivity Organization (APO) yang saat ini beranggotakan sebanyak 20 negara termasuk Indonesia sehingga kita tidak asyik di negara sendiri saja namun melihat negara lain terutama yang lebih maju. Selain itu menyiapkan SDM melalui program pelatihan ahli produktivitas dan spesialis produktivitas sebagai bagian dari  productivity champion.

Dengan kickoff Pekan Peningkatan Produktivitas Nasionaln(P3N) pada 10 November 2025 oleh Menteri Ketenagakerjaan RI memberikan sumbangan kegiatan dalam sepekan yang signifikan karena diikuti lebih dari 30.000 peserta dengan komentar luar biasa dan sangat menarik.   

Ada forum sejenis TKMPN dari Kementerian Ketenagakerjaan, khususnya awarding atau pemberian piagam penghargaan di bidang mutu dan produktivitas yaitu ajang Sidhakarya yang diselenggarakan di tingkat provinsi (38 provinsi) setiap tahun genap. Pemenangnya akan mengikuti ajang Paramakarya tingkat nasional pada tahun ganjil  yang 2025 ini diselenggarakan pada 8 Desember 2025. Adapun kriteria peserta terbuka bagi perusahaan tingkat kecil, menengah dan besar dengan kriteria penilaian mengadop kriteria Malcolm Baldrige.

Untuk mengakselerasi peningkatan produktivitas nasional, pemerintah sudah lama menggandeng dan sehati dengan AMMPI dan WKM. Terus berkolaborasi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8% yang saat ini baru mencapai 5,2%. Dalam prosesnya pemerintah tidak bisa berjalan sendiri sehingga perlu berkolaborasi  dengan AMMPI dan WKM antara lain   melakukan review SKKNI Produktivitas dan beberapa pelatihan produktivitas.  

Realitanya TKMPN saat ini sungguh luar biasa karena tidak mudah menghadirkan peserta sebanyak lebih dari 2.500 orang ini  yang merupakan keberhasilan kerja kolaboratif antara AMMPI dan WKM melalui media promo word of mouth communication.

Di penghujung tribune poadcast tentang produktivitas ini maka Ketua Panitia TKMPN memberikan closing statement bahwa secara umum teruslah berkarya dan berikan yang terbaik buat perusahaan dan bangsa semoga menjadi amal jariyah. Sedangkan direktur WKM dengan mengikuti TKMPN ini sangat  bermanfaat bagi diri, perusahaan dan bangsa Indonesia. Adapun Suradi (AMMPI) dengan gaya yang khas memberikan closing statement berupa pantun (1) Ada pesta ada hadiah, hadiah dibuka isinya jam tangan. Dengan kolaborasi yang sulit jadi mudah, yang berat terasa ringan. (2) Jalan-jalan ke Jakarta, jangan lupa singgah ke Monas. Mari kita saling bekerjasama, tingkatkan produktivitas. Akhirnya direktur bina produktivitas memberikan  apresiasi kepada AMMPI dan WKM dengan berkolaborasi yang berat terasa ringan. Saatnya kita berbagi bersama, belajar bersama dan tumbuh bersama.  

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *