
JAKARTA, AMMPI — PT PLN (Persero) Group kembali membuktikan komitmen berkelanjutannya dalam meningkatkan mutu dan kinerja organisasi secara menyeluruh. Tahun ini, PT PLN (Persero) bersama entitas anak dan cucu usahanya — PT PLN Nusa Daya dan PT Paguntaka Cahaya Nusantara (PCN) — secara konsisten mengikuti proses penilaian kinerja unggul Indonesia Performance Excellence Award (IPEA) 2026.
IPEA merupakan ajang assessment komprehensif berbasis Baldrige Excellence Framework (BEF) sekaligus bentuk apresiasi nasional bagi perusahaan-perusahaan penerap konsep keunggulan kinerja. Pada penyelenggaraan IPEA 2026, standar penilaian mengacu pada BEF versi 2023–2024 yang diterbitkan oleh National Institute of Standards and Technology (NIST), Amerika Serikat. Kerangka kerja ini telah diadopsi luas di kawasan Asia-Pasifik dan menjadi program wajib jangka panjang bagi BUMN Indonesia sejak kepemimpinan Menteri BUMN Rini Soemarno pada tahun 2012.
Kolaborasi AMMPI dan Tim Assessor Berpengalaman Lebih dari 20 Tahun
Penyelenggaraan IPEA 2026 diprakarsai oleh AMMPI (Asosiasi Manajemen Mutu & Produktivitas Indonesia). Untuk menjamin kredibilitas dan kualitas evaluasi, AMMPI menerjunkan tim assessor berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam implementasi BEF di tingkat nasional maupun internasional.
Susunan Tim Assessor IPEA 2026 PLN Group meliputi:
- Quality Assurance (QA): Abdul Halim
- PIC: Dody Dradjat
- Lead Assessor: Bambang Mulyawan & C. Totok
- Member Assessor: Widarto, Khotibul Umam, Ma’ruf Heru Mulyanto, Sukana Soetardjo, dan Shef Muchawan.
Sesuai Terms of Reference (TOR) yang disepakati bersama aplikan, para assessor wajib memenuhi kualifikasi ketat, antara lain: berpendidikan minimal S1, berpengalaman meng-assess perusahaan lebih dari 10 tahun, serta memiliki rekam jejak sebagai pejabat struktural dan bekerja di BUMN selama lebih dari 10 tahun. Pada IPEA 2026, pihak aplikan juga mengadopsi metode penilaian ter-update yaitu RePro Method untuk menghasilkan analisis data yang objektif dan terukur.
10 Langkah Proses Assessment IPEA 2026
Proses assessment IPEA 2026 dilaksanakan dalam 10 langkah sistematis guna memastikan seluruh aspek proses dan hasil (results) dievaluasi secara presisi:
- IPEA Assessor Preparation Course (IAPC): Dilaksanakan di Villa Kedaung Cilegon (30 Mei – 1 Juni 2026) untuk penyelarasan kriteria BEF versi terbaru, pembahasan studi kasus 1–4, dan penyepakatan konsensus (consensus) tim assessor.
- Kick off Meeting (KoM): Dilakukan secara online via Zoom minimal 1 minggu sebelum assessment untuk pembahasan awal hasil olah data berbasis RePro Method bersama tim assessor yang ditugaskan.
- Executive Briefing (Exbrief): Dihadiri oleh jajaran Board of Directors (BOD), Senior Leaders (SL), dan Champion Team BEF minimal 3 hari sebelum assessment guna memaparkan update perkembangan BEF serta snapshot kondisi perusahaan.
- Caucus Pra-Assessment: Pembahasan via Zoom mengenai hasil Olah Data Results (ODR), Olah Data Process (ODP), draft comment/score, serta penyelarasan Key Factors dari Profil Organisasi.
- Caucus-1,2 Hasil Ondesk: Kaukus intensif selama akhir pekan berbasis RePro Method menggunakan template standar (Kategori 1–6 & 7.1–7.6) untuk memetakan kinerja (Performance Map), merumuskan Main Issues, serta menyiapkan materi Opening Meeting dan High Level Questions (HLQ).
- Opening Meeting & Wawancara BOD/SL: Sesi resmi yang diisi dengan presentasi kinerja aplikan, pengenalan tim, penjelasan metode RePro, serta sesi wawancara mendalam (HLQ) bersama jajaran Direksi.
- Ondesk & Caucus Klarifikasi: Kaukus tim assessor untuk mengonsolidasikan hasil wawancara Direksi dan verifikasi kelengkapan data.
- Pleno KVV (Klarifikasi, Validasi, & Verifikasi) Results: Sesi pleno bersama seluruh pemilik proses (Owner Process) dan QA/PIC untuk menggali indikator berkategori POOR, memverifikasi evidence, dan memastikan kebenaran polarisasi data.
- Site Visit (Kunjungan Lapangan & Caucus): Kunjungan langsung (sampling) ke unit kerja, karyawan, pelanggan, hingga vendor untuk mengklarifikasi isu-isu kinerja utama.
- Closing Meeting & Feedback Report (FBR) Submit: Penyampaian laporan akhir mencakup Performance Map, temuan lapangan, saran perbaikan, serta penyusunan buku Feedback Report (FBR) yang memuat Executive Summary, Most Strengths, dan Opportunity for Improvement (OFI).
Menuju IQEF 2026 Semarang & GPEA 2026 Bali
Apresiasi tinggi disampaikan kepada jajaran manajemen PT PLN (Persero) – Kantor Pusat, PT PLN Nusa Daya, dan PT Paguntaka Cahaya Nusantara yang secara konsisten membudayakan kerangka kinerja unggul dari tingkat induk hingga unit terdepan.
Puncak penganugerahan bagi para peserta IPEA 2026 akan digelar dalam ajang Indonesia Quality Excellence Festival (IQEF) 2026 yang diselenggarakan oleh AMMPI dan Wahana Kendali Mutu (WKM) di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 1–2 September 2026.
Selain itu, perusahaan dengan capaian keunggulan terbaik dalam IPEA berkesempatan mendapatkan rekomendasi dari AMMPI (selaku Council Member APQO) untuk mewakili Indonesia di tingkat internasional pada ajang Global Performance Excellence Award (GPEA) 2026 yang akan berlangsung di Bali pada 26–29 Oktober 2026.





satu Respon
Beli ketan di pasar Baru,
Dimakan bersama di atas taman.
Meski tugas menumpuk dan berburu,
Indah terasa karena kebersamaan.
😎😎😎
Bunga mawar tumbuh di taman,
Harum baunya memikat hati.
Mohon maaf jika ada salah kata dan tindakan,
Semoga silaturahmi ini selalu abadi.
Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan ini..dan mohon maaf atas kekurangan dan kesalahan