Semangat Kemerdekaan. Pada Jumat, 15 Agustus 2025 atau 2 hari menjelang peringatan detik-detik proklamasi Republik Indonesia yang betemakan nasional Bersatu Berdaulat. Rakyat Sejahtera. Indonesia Maju diselenggarakan pertemuan secara offline pengurus Asosiasi Manajemen Mutu dan Produktivitas Indonesia (AMMPI) atau Indonesia Quality & Productivity Management Association (IQPMA) di WKM Tower lantai 3. Acara ini berjudul Kick Off Meeting dan ikrar pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi Kompetensi Inovasi Nasional (LSP KIN). Hadir dalam acara ini representative pengurus AMMPI dan Dewan Pakar serta manajemen WKM. Sebagai pembawa acara Reyza selaku Sekretaris Jendral DPP AMMPI dengan menyapa para peserta dan berdoa bersama. Kemudian para peserta dipersilahkan berdiri sejenak untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan penuh khidmat dan bersemangat.
Sambutan Ketua DPP AMMPI. Suradi selaku Ketua Umum DPP AMMPI pada kesempatan yang berharga ini menyampaikan pengantar bahwa AMMPI adalah organisasi kumpulan orang-orang yang kompeten dan profesional sehingga tugas kita adalah bagaimana mengintegrasikan dan saling mendukung serta berperan sesuai fungsi dan tanggung jawab masing-masing. Ibarat sebuah tim sepakbola kita memiliki tujuan yang sama memasukkan bola ke dalam gawang lawan. Caranya adalah bekerja secara super team bukan super star sehingga semakin mengokohkan eksistensi AMMPI berkontribusi untuk negeri.
Dalam perjalanannya pembentukan LSP KIN menjadi goal kita bersama sebagai aktualisasi super team. Oleh karena itu saatnya kita membuat legacy AMMPI bagi generasi penerus agar AMMPI tetap dan terus survive dan adaptif terhadap perubahan yang terjadi. Keberhasilan pembentukan LSP KIN menjadi bukti sejarah kiprah dan karya AMMPI sehingga sejalan dengan upaya mengedukasi dan memberdayakan gerenasi penerus AMMPI untuk jangan saling melupakan para pelaku sejarah.
Kesempatan ini kesempatan yang strategis dan monumental karena pada dimensi people AMMPI kontribusi untuk negeri dan sebagai wadah para pejuang mutu dan produktivitas anak bangsa. Di sisi lain pada dimensi waktu saat ini berada bulan Agustus 2025 yang di dalamnya ada HUT ke 80 Republik Indonesia yang diperingati dan disyukuri tiap tahunnya oleh seluruh rakyat Indonesia. Saatnya para pejuang AMMPI berkomitmen dan konsisten membentuk LSP KIN sebagai aktualisasi kita untuk mengisi kemerdekaan ini.
Terimakasih dan apresiasi kepada Ketua Bidang Pengembangan Profesi dan Sertifikasi (Sunarso HS) beserta anggota yang dalam kesempatan ini akan menjelaskan persyaratan dan mekanisme pembentukan LSP KIN dan kepada manajemen WKM (Damayanti) yang menjadi sponsor percepatan pembentukan LSP KIN dengan peluang market dan customer.
Lebih lanjut Ketua Umum DPP AMMPI senantiasa memberikan motivasi dan spirit antara lain di akhir sambutan menyampaikan pesan moral. Indah nian bunga melati, warnanya sungguh memikat hati. AMMPI kontribusi untuk negeri. LSP KIN in syaa Allah pasti jadi.

Sambutan Direktur WKM (Sponsor). Damayanti selaku Direktur WKM menyambut baik dan mendukung pembentukan LSP KIN AMMPI ini sebagai cikal bakal dan sejarah anak bangsa. Hal ini telah mengalami proses dan perjuangan panjang untuk membentuk LSP AMMPI. Berharap pada saat penyelenggaraan TKMPN ke 29 tahun 2025 di Batam bisa mulai dipublikasikan kepada para peserta TKMPN yang merupakan para duta perusahaan-perusahaan. Sertifikasi profesi ini atas request perusahaan sehingga peluang ini jangan sampai hilang dan kita disertifikasi oleh lembaga lain di luar AMMPI. Yang menjadi kekuatan atau strength bagi kita adalah rencana pembentukan LSP AMMPI mendapat rekomendasi dan dukungan Kemnaker RI.
Penjelasan tentang LSP P3. Untuk memberikan gambaran secara umum tetang LSP maka Sunarso selaku Ketua Bidang Pengembangan Profesi dan Sertifikasi AMMPI menjelaskan bahwa sebagai komitmen manajemen yang terdiri 3 langkah. Langkah pertama membangun infrastruktur (memenuhi kompetensi pihak yang terkait dengan inovasi : Komite (Wakil manajemen), Juri / Penilai atau evaluator inovasi, Facilitator yang memfasilitasi aktivitas Inovasi dan Team Leader pimpinan kelompok pelaku inovasi. Langkah kedua, mengembangkan Inovator : mengembangkan inovator, membuat sistem agar Inovasi yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, semua ikut terlibat dan menjadikan inovasi sebagai budaya perusahaan. Langkah ketiga, mengelola inovasi dengan baik : Membuat program berkelanjutan, inovasi menjadi KPI di tiap level pimpinan dan inovasi menjadi mandatori training.
Mengenal jenis LSP. LSP terdapat 3 jenis yaitu P1 (fokus sertifikasi kompetensi peserta didik atau peserta pelatihan di lembaga tersebut), P2 (Fokus sertifikasi kompetensi sumber daya manusia dari lembaga induk, pemasok, atau jejaring kerja asosiasi tersebut) dan P3 (fokus sertifikasi kompetensi untuk sektor atau profesi tertentu, seperti pariwisata, konstruksi) sehingga rencana pembentukan LSP AMMPI ini yang sesuai adalah P3.
Persyaratan Pembentukan LSP. Adapun persyaratan pembentukan LSP meliputi 5 aspek yaitu (1) Pembentukan Panitia Kerja, (2) Persiapan Dokumen, (3) Pengajuan Lisensi ke BNSP, (4) Pelaksanaan Akreditasi dan (5) Pelaksanaan Sertifikasi.
Setelah melalui diskusi & tanya jawab proses dan persyaratan pembuatan LSP KIN maka lebih jauh Sunarso menjelaskan lebih detil lagi rencana kerja pembentukan LSP KIN dengan 9 tahapan aktivitas utama (1) Persiapan Pembentukan Tim Panitia Kerja, (2) Meminta Dukungan, (3) Membuat badan hukum LSP P3, (4) Membuat Prosedure LSP P3, (5) Pemenuhan Perangkat Asesor, (6) Menyiapkan Skema Setifikasi, (7) Mempersiapkan Dokumen Pendukung untuk Lisensi BNSP, (8) Rencana Kerja dan Anggaran, (9) Pengajuan Lisensi ke BNSP.

Usai istirahat siang maka acara dilanjutkan dan difokuskan pada Kick Off Meeting LSP KIN dengan pembacaan ikrar oleh seluruh peserta yang dipimpin secara langsung oleh Ketua Umum DPP AMMPI.
Ikrar pembentukan LSP KIN
“Kami berkomitmen membangun LSP KIN (Kompetensi Inovasi Nasional) yang amanah dan profesional untuk meningkatkan kompetensi para pelaku inovasi dan meningkatkan mutu, produktivitas dan daya saing. Jakarta, 15 Agustus 2025. AMMPI Kontribusi untuk Negeri. LSP KIN In syaa Allah pasti jadi.”
Setelah selesai pembacaan ikrar pembentukan LSP KIN maka acara dilanjutkan penandatanganan lembar ikrar pembentukan LSP KIN satu per satu secara bergantian. Untuk memperlancar pelaksanaan tugas tim LSP KIN maka memberikan kepercayaan kepada Setyo Budi Anang Yuliarto selaku Ketua tim LSP KIN dan Diah Abriningtias selaku Sekretaris tim LSP KIN. Untuk memonitoring progress tugas tim LSP KIN telah disepakati tiap 2 pekan sekali dalam sebulan dilakukan review (pada Jumat pekan 2 dan pekan 4) mulai September 2025. Semoga dengan spirit kick off meeting dan ikrar pembentukan LSP KIN semakin memperkuat semangat dan kerja tim untuk menyelesaikan tugas pembentukan LSP KIN. Aamiin
Indah nian bunga melati,
Warnanya sungguh memikat hati.
AMMPI kontribusi untuk negeri,
LSP KIN in syaa Allah pasti jadi.