Oleh : Suradi, SE, MM, CPS-AMMPI
Approach.
Harmoni dimensi proses dan dimensi hasil. “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS 2 : 183)
Dalam firman Allah tersebut tersurat dan tersirat learning point bahwa pada dimensi hasil tujuan utama puasa menjadi manusia yang bertakwa. Hal ini bisa diaktualisasikan dalam sikap dan perilaku disiplin, jujur dan bertanggung jawab. Bagaimana untuk mewujudkan the ultimate goal menjadi orang yang bertakwa maka Allah memberikan panduan, pedoman, tuntunan dan tatanan dalam dimensi proses yaitu beriman dan berpuasa di bulan Ramadan.
Analisa kondisi yang ada (ANAKONDA). Tahukah kita bahwa Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia? Berdasarkan berbagai perkiraan demografis terbaru, sekitar 87% penduduk Indonesia memeluk agama Islam. Perkiraan jumlah umat Islam saat ini (2025) : Sekitar 247 juta orang Muslim di Indonesia dari total penduduk sekitar 282 juta. Dari data tersebut dapat diformulakan bahwa dari setiap 10 orang di Indonesia, sekitar 8–9 orang beragama Islam.
Tantangan kita. Sesuai sumber data kontan.co.id Jakarta (2025) bahwa Indonesia memiliki Indeks Produktivitas Nasional sebesar 74,4. Kalau kita komparasikan dengan dari rata-rata ASEAN 78,2 maka Indonesia masih di bawah rata-rata ASEAN. Bagaimana bila dibandingkan dengan negara tetangga. Ternyata Indeks Produktivitas Nasional Indonesia tertinggal dari Philippina 86,3. Singapura 82,7. Thailand 80,1 dan Vietnam 80,0.
Di sisi lain yang menjadi tantangan kita bahwa jumlah pengangguran di Indonesia berkisar 7,28 juta orang. Ada lagi data yang membuat keprihatinan kita adalah angka prevalensi penyalahguna narkoba di Indonesia tahun 2026 ini telah mencapai 2,11% setara dengan 4,1 juta jiwa. Berdasarkan hasil survei pevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia masih menunjukan kondisi yang memprihatinkan dan menjadi ancaman serius bagi ketahanan keluarga dan generasi muda bangsa serta kepemimpinan umat. Lebih dari itu peredaran narkoba saat ini tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan namun telah merambah hingga ke desa-desa, menjangkau kelompok masyarakat yang semakin luas dan rentan.
Intro Keshalehan Individiual, Sosial dan Profesional. Untuk memberikan pemahaman yang sama bahwa arti keshalehan adalah ketaatan (kepatuhan) dalam menjalankan ibadah, kesungguhan menunaikan ajaran agama. Sedangkan keshalehan individual adalah kesalehan individu merupakan kesalehan ritual ibadah semata, baik itu sholat, puasa, zakat dan ritual-ritual pribadi atau privat lainnya dengan istilah lainnya adalah hablum minallah atau hubungan vertikal antara hamba dengan Allah. Adapun keshalehan sosial merupakan tanggungjawab kita bersama bagaimana menciptakan kesalehan atau kebaikan untuk diri sendiri dan lingkungan kita semuanya (hablum minnas atau hubungan horizontal termasuk di dalamnya hablum minal alam). Satu lagi pengertian keshalehan profesional adalah keshalehan seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya.
Indikator Keshalehan. Setelah mengetahui pengertian keshalehan individual, beberapa yang menjadi indikator keshalehan individual ini dalam ajaran Islam antara lain menunaikan ibadah shalat, puasa, zakat dan ibadah haji bagi yang mampu. Sedangkan indicator keshalehan sosial antara lain menyisihkan sebagian rezeki yang Allah karuniakan antara lain bersedekah, menyantuni anak yatim, piatu dan dhuafa, membantu fakir miskin, membantu saudara kita yang terdampak musibah, pemberdayaan ekonomi produktif yang lebih membutuhkan. Adapun indikator keshalehan profesional antara lain ketaatan menjalankan aturan, objektivitas, loyalitas dalam bekerja atau beroganisasi, akuntabilitas, kejujuran, integritas dan transparansi.
Spirit Ramadan banyak menginspirasi dan memotivasi kita untuk meningkatkan keshalehan individual sehingga banyak umat Islam yang memakmurkan masjid dengan menjalankan berbagai aktivitas ibadah antara lain sholat fardhu berjamaah, sholat Taraweh, bertadarus Quran (program One Day One Juz), perbanyak dzikir dan doa, menghadiri majlis ilmu melalui kajian inspirasi jelang berbuka puasa, inspirasi Taraweh dan hikmah Subuh. Selain itu ada penguatan keshalehan sosial dengan berbagai aktivitas bermuatan sosial kemasyarakatan mulai berkontribusi menyediakan ifthor berbuka puasa, berbagi sembako, bingkisan lebaran dan lainnya. Ada satu lagi yang terkait dengan peningkatan keshalehan profesional dengan beberapa indikator : ketaatan terhadap aturan (disiplin waktu), objektivitas, loyalitas dalam menjalanlkan amanah, akuntabilitas dalam bekerja, kejujuran, integritas dan transparansi.
Sebagai learning point spirit puasa dengan peningkatan keshalehan menuju ketakwaan adalah melakukan hablum minallah (hubungan hamba dengan Allah secara vertikal), hablum minannas (hubungan sesama manusia dan makhluk lainnya secara horizontal) dan hablum minal’alam (hubungan manusia dengan alam dan lingkungan) untuk menjaga ekosistem lingkungan dan melestarikannya.
Portofolio Keshalehan : Dimana Posisi Kita?
Untuk mengetahui dan menakar secara sekilas bisa kita petakan portofolio 3 keshalehan tersebut (Keshalehan Individu, Keshalehan Sosial dan Keshalehan Profesional) dalam 4 kuadran yang ditampilkan dengan sumbu horizontal dimensi kuantitas (jumlah) dan sumbu vertikal dimensi kualitas (mutu).
Dimanakah posisi kita? Bisa saja sebagian keshalehan kita terdistribusi pada kuadran I (kuantitas sedikit-kualitas tinggi), II (kuantitas dan kualitas tinggi), III (kuantitas dan kualitas rendah) atau IV (kuantitas banyak-kualitas rendah). In syaa Allah kita tidak pada posisi kuadran III namun sedang dan terus menuju ke kuadran II yaitu suatu kondisi dari dimensi kuantitasnya banyak dan dari dimensi kualitasnya tinggi sesuai norma atau kaidah ajaran Islam.
Best practice & role model. Untuk memberikan gambaran secara umum tentang menjadi best practice dan role model dalam organisasi kemasyarakatan antara lain aktivitas Safari Sabtu Subuh (S3) Forum Masjid dan Musholla BSD dan sekitarnya (FMMB) dari masjid ke masjid yang dirintis sejak 2007 dan tetap istiqomah hingga saat ini. Secara lebih spesifik pada bidang strong character masjid Baitul Hikmah BSD dengan pesantren Tahfidz Quran, bidang Syariah entrepreneur masjid Al Aqsha De Latinos BSD dengan Al Aqsha Mart, bidang social responsibility khususnya ramah lingkungan tata kelola sampah di masjid Asy Syarif BSD. Untuk komunitas antara lain GKM Subuhan yang dilakukan pada saat penyelenggaraan TKMPN dari masjid ke masjid yang dirintis sejak TKMPN 2015 ke masjid Jogokariyan Yogyakarta hingga saat ini. Untuk perusahaan sebagai best practice dan role model dapat direpresentatifkan para peraih dan peringkat Diamond di TKMPN, Five Stars di ICC OSH, World Class Company di ajang Indonesia Performance Excellence Award (IPEA) dan Global Performance Excellence Award (GPEA).

Untuk mewujudkan niat mulia tersebut perlu didukung perencanaan kehidupan yang SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time bound goals). “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan”. (QS 59 : 18).
From early systematic to integrated. Umumnya orang telah melewati tahapan suatu kondisi reacting to problems approach_suatu kondisi yang seseorang tersebut tidak memiliki prinsip dalam menempuh kehidupan ini. Ketika kita sudah memiliki prinsip hidup namun terkadang naik dan terkadang turun maka kita berada pada kondisi yang disebut early systematic approach dalam proses menggapai tujuan. Yang menjadi tujuan kita adalah prinsip hidup dengan tata kelola secara terintegrasi (integrated approach) satu arah dan satu tujuan memadu dalam harmoni orchestra kehidupan untuk penguatan keshalehan individual, sosial dan profesional.
Di penghujung tulisan ini tesurat dan tersirat dalam spiritual message sebagai pemicu dan pemacu serta menambah adrenalin untuk menggapai asa dengan optimis. “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk menusia, menyuruh kepada ma’ruf dan mencegah yang munkar serta beriman kepada Allah …..“ (QS 3 : 110).
Selagi kita punya kapabilitas dan kapasitas, nikmat kesehatan dan nikmat kesempatan mari kita jadikan :
1. Puasa Ramadan bukan hanya ritual tahunan tetapi momentum perubahan ke arah yang lebih baik.
2. Pribadi muslim yang lebih produktif : mulai dari personal, komunal, berbangsa dan bahkan berperadaban.
3. Kompetensi (Skill, Knowledge & Attitude) kita, digunakan untuk meningkatkan derajat ketakwaan dan produktivitas secara berkelanjutan.
Ramadan menjadi momentum isi ulang (recharge) kekuatan kita sebagai sebuah energi Ramadam yang dapat meningkatkan keshalehan individual, sosial dan professional. Ramadan ini bukan ending point tetapi justru menjadi starting point untuk beristiqomah dalam kebaikan dan kebenaran serta dapat mewarnai 11 bulan berikutnya. Kita berharap dan bermunajat kepada Allah semoga ibadah puasa diterima Allah, diberikan perlindungan dan kekuatan untuk tetap dan terus beristiqomah dalam ketaatan sehingga menjadi pribadi yang bertakwa dan pribadi yang shaleh secara berkelanjutan
Bilat tuan ke pasar pagi,
Jangan lupa belanja buah tomat.
Semoga tulisan yang sederhana ini,
Membawa berkah dan bermanfaat.
Bunga melati sungguh menawan,
Warnanya putih bersih.
Atas segala perhatian,
Kami ucapkan terimakasih.
(Dikembangkan dari materi penulis ketika menjadi narasumber Webinar Nasional ALIF Seri 3 pada Jumat, 6 Maret 2026)





