Konferensi Nasional Produktivitas 2026. Acara Konferensi Nasional Produktivitas 2026 digelar pada Sabtu, 25 April 2026 di Jakarta dengan tema “Transformasi Sistemik Menuju Visi Indonesia Emas 2045”. Sebagai penyelenggara acara tersebut adalah APPRODI sekaligus Pelantikan Pengurus Pusat periode 2026–2031. Acara yang diselenggarakan secara hybrid ini (virtual dan langsung) ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Ibu Shinta Wijaya Kamdani (Ketua Umum APINDO), Dr. Indra Pradana Singawinata (Sekjen Asian Productivity Organization-APO) dan Ms. Dawn Ringrose dari Organizational Excellence Specialist Kanada yang menunjukkan dukungan internasional terhadap penguatan produktivitas di Indonesia. Turut hadir pada acara ini Sunarso HS (Ketua Umum DPP AMMPI), Damayanti (Direktur PT. WKM) dan Suradi (Ketua TKMPN XXX-2026).
Sinergi Pentahelix. APPRODI sebagai wadah profesional mengambil posisi strategis untuk mensinergikan lima pemangku kepentingan utama (pentahelix) : Pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat atau komunitas dan media. AMMPI dan WKM sebagai bagian yang tidak terpisahkan dan terintegrasi dalam pentahelix tersebut turut hadir di acara yang berskala nasional tersebut guna membangun dan mengembangkan networking dan co creation of win-win partnership longterm. Diantaranya bincang-bincang dengan Michael Wehandy (Director Proffesional & Continuing Education) SMU Indonesia Office, TMMIN dan institusi lainnya.
Insight & Inspiration Rekomendasi APPRODI. Dalam momentum ini disampaikan lima poin rekomendasi strategis kepada pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
- Indikator Keberhasilan: Menjadikan produktivitas sebagai ukuran utama keberhasilan pembangunan di tingkat pusat maupun daerah.
- Deklarasi Nasional: Perlunya deklarasi bersama untuk melaksanakan Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (GNP2DS).
- Penguatan Lembaga: Memperkuat Lembaga Produktivitas Nasional (LPN) agar setara dengan negara-negara anggota Asian Productivity Organization (APO) lainnya.
- Sistem Pengupahan Berkeadilan: Mendorong penerapan Productivity Link Wages System dan Gain Sharing Productivity (bagi hasil produktivitas) untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis.
- Budaya Produktif: Membentuk etos kerja masyarakat agar kualitas hari ini selalu lebih baik dari hari kemarin secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan ini Menteri Ketenagakerjaan RI yang diwakili Direktur Bina Peningkatan Produktivitas (Muhammad Ali) mengungkapkan bahwa masalah dunia di luar angkatan kerja adalah lulusan pendidikan terutama lulusan sarjana. Di Indonesia sekitar 12% adalah lulusan sarjana sedangkan 52% lulusan SMP, SD dan tidak sekolah. Sehingga pemerintah memprogramkan productivity to school terutama sekolah kejuruan. Beberap program lainnya adalah kalkulator produktivitas, buku alat ukur produktivitas, intervensi konkrit pendampingan produktivitas fokus pada perusahaan menengah, sertifikasi produktivitas spesialis mendukung program pendampingan tim improvement. Pada tahap awal konkrit intervensi mekanis seperti 5R, teknologi IoT melalui BLK dan OJT di perusahaan. Selanjutnya Direktur Bina Peningkatan Produktivitas membuka rangkaian konferensi nasional produktivitas 2026 tersebut secara resmi dengan mengucapkan basmallah.

Diskusi mensolusi tantangan menjadi peluang. Dalam acara ini diagendakan diskusi panel dengan menghadirkan narasumber Dr. Indra Pradana Singawinata selaku Secretary-General, the Asian Productivity Organization (APO) dengan judul Productivity Professionals untuk Peningkatan Produktivitas Bangsa.Dalam kesimpulan dan ringkasan eksekutifnya ada beberapa hal yang menjadi highlight berikut ini.
- Gap produktivitas signifikan : produktivitas Indonesia masih jauh dari target – USD 30,1 ribu/pekerja vs target USD 45 ribu
- Pasar tenaga kerja besar : 155,27 juta angkatan kerja dengan tingkat informalitas tinggi
- Tantangan difusi lemahnya kapasitas eksekusi di lapangan dan implementasi
- Kebutuhan sistemik solusi sistemik untuk skala besar dan terukur
Sebagai insight bahwa Indonesia memerlukan mesin dan ekosistem implementasi yang mampu menerjemahkan agenda produktivitas nasional menjadi perubahan terukur dan berkelanjutan. Adapun Profesional Produktivitas sebagai Infrastruktur : 50.000 Pelatih tersertifikasi, 5.000 Specialis Lanjut, 100.000 Perusahaan terlayani dan 85% Tingkat keberhasilan. Di sisi lain terdapat 6 Pengungkit Kebijakan : Kompetensi, Registri, Voucher, Korps Ahli, Klinik dan Pengukuran.
Dawn Ringrose MBA, FCMC (Principal, Organizational Excellence Specialists) sebagai narasumber kedua menyampaikan materi dengan judul Turning Productivity Into Results A Practical System For Organizational Excellence To Accelerate Indonesia’s Performance.
Narasumber ketiga adalah Henry S. Wibowo HR Division Head Toyota Motor Manufacturing Indonesia mengangkat judul Improving Productivity in Automotive Industry through Management-Worker Cooperation and Collective Bargaining. Key learning point : “National Productivity Improvement is started from Productivity Improvement in Companywide level.
Secara umum para narasumber sepakat untuk menyukseskan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% bukan sekedar dokumen (konsep) dan hilangkan ego sektoral serta saling berkolaborasi dan sinergi untuk tumbuh bersama secara berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas dan daya saing. Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing ini dilaksanakan secara konsisten, serius, dan berkelanjutan sehingga target pertumbuhan ekonomi 8% dapat diwujudkan.
Testimoni AMMPI dan WKM Kontribusi untuk Negeri. Adalah Sunarso HS selaku Ketua Umum DPP AMMPI mengungkapkan apa yang dirasakan ketika memulai Sabtu Tgl 25 April 2026 mendapat undangan mewakili AMMPI, mengikuti National Conference Productivity 2026, yang diselenggarakan APPRODI. Temanya cukup menarik “Systemic Transformation Towards Golden Indonesia 2045 Vision”, rencana pembicaranya cukup menarik perhatian juga, namun sayang ada beberapa yang harus diwakilkan, namun secara materi tetap sangat menarik.
Inti yang dibahas adalah target pertumbuhan ekonomi untuk menyongsong Indonesia Emas adalah 8%, dan 2% nya diharapkan dapat dipenuhi dari peningkatan produktivitas tenaga kerja, ini yang menjadi tantangan APPRODI dan AMMPI yang banyak berkiprah untuk mensupport agar produktivitas bisa gas pol.
Insight gas pol peran AMMPI adalah bagaimana kita bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas inovasi di tiap perusahaan bisa terus ditingkatkan, sehingga dapat memberi dampak besar terhadap target pertumbuhan ekonomi. Aktivitas kita cukup banyak, dan semua berkaitan dengan produktivitas secara langsung. Salah satu program yang berkaitan dengan kualitas inovasi adalah rencana sertifikasi para Juri Inovasi, yang diharapkan dapat terealisasi akhir tahun ini, agar kualitas Juri dapat terus ditingkatkan lebih baik. Sehingga mampu mendorong semangat para inovator untuk terus berkarya menemukan ide-ide kreatifnya, agar manfaatnya lebih terasa bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.
Sebagai penyemangat ada pantun berikut ini. Kalau ada hari kamis pasti ada hari Jumat. Mari berkarya dan berfikir optimis, jangan lupa terus semangat.
Testimoni kedua adalah Damayanti selaku Direktur PT Wahana Kendali Mutu yang lebih banyak dikenal WKM. Ketika menghadiri acara Konferensi Nasional Produktivitas 2026 yang perdana ini, merasa mendapatkan banyak insight dan inspiration baik dari panitia dan narasumber maupun sesame peserta lainnya. WKM berperan untuk memperkuat pentingnya produktivitas bagi seluruh elemen masyarakat dalam rangka menuju terwujudnya Indonesia Emas.
Testimoni ketiga adalah Suradi selaku Ketua Penitia TKMPN XXX-2026 merasakan adanya peluang yang lebih besar lagi dalam penyelenggaraan TKMPN XXX-2026 dalam kerangka turut mendukung dan membantu meningkatkan produktivitas nasional dan daya saing melalui inovasi-inovasi yang dikompetisikan di ajang TKMPN yang pesertanya adalah para inovator terbaik dan terpilih dari berbagai perusahaan di Indoensia.
Lebih jauh Suradi menjelaskan bahwa dengan mengikuti Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) sangat penting dan strategis baik bagi individu maupun perusahaan. Acara tahunan ini adalah ajang bergengsi di tingkat nasional untuk mendemonstrasikan keberhasilan dalam pengelolaan mutu dan produktivitas. Beberapa alasan mengapa TKMPN itu penting. Bagi Perusahaan mendapatkan kesempatan unjuk keberhasilan, benchmarking dan pertukaran pengalaman dan meningkatkan daya saing. Selain itu untuk pengembangan SDM, pengembangan wawasan, membangun relasi, peningkatan keterampilan presentasi dan inovasi, motivasi dan apresiasi. Forum TKMPN dapat dimanfaatkan perusahaan sebagai ajang bergengsi dalam unjuk keberhasilan penerapan inovasi dan improvement serta sharing pengalaman praktek terbaik penerapan inovasi di berbagai jenis usaha di Indonesia.
Di penghujung tulisan ini disajikan pantun bernasehat tentang mutu dan produktivitas berikut ini.
Jalan-jalan ke Jakarta, jangan lupa singgah ke Monas pake baju warna kuning.
Mari kita saling bekerjasama, tingkatkan produktivitas dan daya saing.
Ada pesta ada hadiah, hadiah dibuka isinya berlian.
Dengan berkolaborasi yang sulit jadi mudah, yang berat terasa ringan.





