Kesimpulan Diskusi Panel 2nd Indonesia Quality Excellence Festival (IQEF) – 24-25 Agustus 2017

  • Diskusi Panel III

Hari                        : Jumat, 25 Agustus 2017 – Pukul  09.00-11.30

Moderator         : Talip Widyanto

Materi Bahasan   :

  1. Critical Success Factor Implementation ERP  – Sudarmono Moedjari, MM. Msi.
  2. From Ideas to Valuesdr. Astari Mayang Anggarani, MARS, Kaizen Coach & Direktur Medis RS Pelni
  3. Innovation Strategy & Creating Innovation Culture - Setiady, Skom, SE., MBA, Head of PT Astra Honda Motor Innovation Centre.

Kesimpulan

  • Critical Success Factor Implementation ERP  – Sudarmono Moedjari, MM. Msi.
  1. Tingkat keberhasilan implementasi ERP/SAP di PT Krakatau Steel pada posisi ‘sukses sebagian’.
  2. Faktor kritis yang mempengaruhi kesuksesan implementasi SAP dengan meningkatnya Kinerja Bisnis adalah Perencanaan, Staffing, dan Pelatihan.
  3. Faktor kritis yang mempengaruhi persepsi keberhasilan adalah Pengendalian.
  4. Terdapat gejala paradox faktor kritis: Pengorganisasian yang baik justru menurunkan npersepsi keberhasilan implementasi SAP.
  5. Peran konsultan tidak signifikan mempengaruhi keberhasilan implementasi SAP di PT Krakatau Steel.
  • From Ideas to Values – dr. Astari Mayang Anggarani, MARS.
  1. Dasar utama untuk mengubah ide menjadi bernilai dibutuhkan transformasi budaya.
  2. Untuk mewujudkan transformasi budaya tersebut dilakukan dengan cara menghargai dan memberikan apresiasi terhadap usulan dan pendapat para karyawan.
  3. Dalam visi Pelni, tercantum jelas bahwa perusahaan ingin menjadi teman terpercaya di bidang kesehatan.
  4. Dan di dalam misinya adalah pelayanan terbaik, sehingga seluruh konsumennya diberikan layanan yang terbaik.
  5. Dalam penerapan inovasi, tidak ada ide yang buruk jika ikut berkontribusi.
  6. Terjadi perubahan cara pandang tentang pelayanan dan keuntungan dari Tarif = Biaya + Keuntungan, menjadi, Keuntungan = Tarif – Waste.
  7. Seluruh rangkaian pelaksanaan tersebut dilakukan dengan kerangka kerja ‘Perbaikan Berkelanjutan’ / Kaizen.
  • Innovation Strategy & Creating Innovation Culture – Setiady, Skom, SE., MBA.
  1. Semangat merupakan hal pertama dan esensial untuk membangun budaya inovasi. Setiap penemuan yang luar biasa dimulai dari semangat. Semangat untuk suatu perubahan, semangat untuk membuat dunia ini menjadi lebih baik. Semangat untuk berkontribusi dan untuk membuat perubahan, serta semangat untuk menemukan sesuatu yang baru.
  2. Suatu inovasi harus diberi semangat. Suatu ide kreatif harus ditumbuhkan, bukan dimatikan. Menghargai dan menyemangati kreatifitas tidak hanya dengan gaji tambahan, tetapi juga menghargai ide tersebut dengan pujian, kesempatan pengembangan karir, dan sebagainya.
  3. Memberikan kepercayaan dan biarkan mereka mengerjakannya sebaik mungkin. Dengan kepercayaan yang diberikan mereka akan menikmati pekerjaan tersebut, semakin termotivasi dan mendorong kepercayaan diri mereka untuk mengeluarkan ide-ide kreatif.
  4. Perusahaan yang baik dapat mendorong karyawannya untuk memiliki kebebasan dalam mengambil resiko kreatif tanpa rasa takut. Perusahaan mengarahkan karyawannya untuk berani mengemukakan pendapat walaupun kontroversial. Perusahaan berani mengambil risiko yang cerdas demi mengembangkan perusahaan.
  5. Seorang inovator hebat tidak dilahirkan pintar atau lebih baik dari orang lain. Mereka hanya bisa melepaskan rasa takut mereka untuk berbuat kesalahan dan terus mencoba. Mereka tidak membiarkan cemooh orang lain menghapuskan mimpi mereka.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>