Mengaktualisasikan Program EMAS (Edukasi Mutu Adaptif Santri) : Indahnya Berbagi Dengan Santri

Penulis : Suradi-Pejuang Mutu dan Produktivitas

Inspirasi dan Inisiasi buat Santri. Berawal dengan sebuah inspirasi dan inisiasi untuk memperkenalkan mutu kepada para santri sebagai anak negeri dan  generasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan dan mewarnai kehidupan dan negeri ini. Selain itu memberikan motivasi kepada para santri tentang pentingnya mutu menjadi sebuah kebutuhan sehingga apabila tidak dilakukan maka ada sesuatu yang masih  kurang.

Secara realita memberdayakan kesadaran mutu bagi santri juga memiliki daya tarik tersendiri dengan melihat kepolosan cara berpikir dan bertindak untuk diberikan pemahaman dan kesadaran pentingnya mutu sejak dini sehingga dapat mengendapkan memori mutu.

Hal ini juga sebagai proses dan perjuangan panjang mengedukasi santri dan kaderisasi pejuang mutu sejak dini sehingga dengan semakin hingar bingarnya dinamika dan perubahan  lingkungan yang terjadi,  saatnya untuk  mengakselerasikan dan mengharmonisasikannya antara pengetahuan mutu dan nilai-nilai Islam itu sendiri.

Bukan sembarang EMAS. Bagi sebagian besar dari kita sudah sering mendengar bahkan turut merasakan bagaimana berinvestasi dalam bentuk emas dengan segala tantangan risiko dan peluang yang menguntungkan. Namun istilah EMAS dalam konteks ini adalah bukan sembarang EMAS karena EMAS yang dimaksud adalah sebuah program  Edukasi Mutu Adaptif Santri yang tentu saja dijaga keberlanjutannya.

Program EMAS inipun menjadi sebuah media untuk berkomunikasi, bersilaturahim, sharing dan sinergi pejuang mutu dengan para santri, pengajar dan pengelola pesantren sebagai komunitas dan simbiosis mutualistik. Adapun teknik penyajiannya dilakukan melalui aktivitas kunjungan ke lokasi pesantren santri sesuai dengan kesepakatan waktu dan tempatnya. Untuk tahap awal ini kunjungan di 3 lokasi pesantren dan atau yayasan yatim/piatu/dhuafa di kecamatan Serpong,  kota Tangerang Selatan, Banten.  

Membidik santri. Ibarat dalam berolahraga memanah tentu saja ada objek yang menjadi sasaran atau bidikan. Program EMAS inipun membidik santri pesantren hafidz Quran, santri pesantren yatim, piatu dan atau dhuafa. Sebagai tahap awal  melakukan kunjungan  ke Pesantren Al Madinah BSD Puspitaloka (11 santriwan dan 9 santriwati),  pesantren Istana Yatim Dusun Ciater Rawa Mekar Jaya, Serpong (11 santriwan) dan di pesantren penghafal Al Quran Markaz Hadits Baitul Hikmah Rawa Mekar Jaya  (81 santriwan). Ternyata tidak hanya santri yang antusias mengikuti program EMAS ini, para perwakilan pengelola dan pengajarpun  turut bergabung dalam majlis ilmu yang mulia, langka dan berharga ini.

Kemasan acaranya. Untuk memberikan daya tarik dan keterlibatan para pihak maka susunan acaranya dibuat sedemikian rupa diawali dengan pembukaan dan welcome speech wakil pesantren yang dikunjungi kemudian dilanjutkan dengan  presentasi interaktif nara sumber. Agar lebih komunikatif dan interaktif dibuka forum tanya jawab. Akhirnya narasumber memberikan kesimpulan dan apresiasi serta penutup.

Materi diminati. Untuk memberikan pemahaman dan kesadaran pentingnya mutu bagi para pengelola, pengajar dan santri maka materi yang disajikan meliputi :  

Perjalanan kehidupan yang menjelaskan tahapan kehidupan mulai sejak lahir sampai dengan usia lanjut dengan segala obsesi dan realita kehidupannya. Materi semakin menarik ketika disajikan proses kehidupan narasumber dengan segala pengalaman keshalehan spiritual, keshalehan sosial dan keshalehan profesionalnya dengan kondisi kekinian “Dari profesi terus berbhakti”.

Apa itu Mutu? Narasumber memperkenalkan pengertian mutu dengan sebuah ilustrasi yang mudah dipahami santri. Kemudian dilanjutkan dengan materi kepemimpinan Rasulullah yang menjadi role model kepemimpinan, tidak hanya di bidang dakwah saja  namun secara holistic mencakup 8 bidang kehidupan. Tak kalah pentingnya mutu pelayanan umat menjadi materi yang diperkenalkan kepada santri karena sejatinya siapa yang menjadi pelanggan atau konsumen kita adalah the next process. Semakin memberikan pencerahan kepada para santri ketika dikupas tentang keteladanan Rasulullah. Akhirnya jangan diam ayo bergerak, caranya bagaimana ? Caranya dengan prinsip 4 M yaitu Mulai berani, Mulai dari yang kecil, Mulai diri sendiri dan Mulai saat ini. Dalam siklus beraktivitaspun gunakan filosofi 4 M yaitu Merencanakan, Melaksanakan, Mengevaluasi dan Menindaklanjutinya.

Antara waktu dan tempat pelenyenggaraan. Program EMAS diselenggarakan secara offline. Untuk lebih efektifnya, sarana dan prasarana presentasi disiapkan oleh nara sumber atau pesantren setempat (bila tersedia). Ruangan disediakan oleh pesantren yang dikunjungi. Waktu dan tempat penyelenggaraan  penyelenggaraan sesuai kesepakatan (bagda subuh atau bagda ashar). Sedangkan  durasi presentasi dan tanya jawab  maksimum 90 menit (presentasi 60 menit dan tanya jawab maksimum 30 menit). Sebagai pilot project terdapat 3 pesantren sebagai objek program EMAS ini sebagai berikut :

  • Pesantren Al Madinah BSD Puspitaloka bagda Subuh
  • Pesantren Istana Yatim Dusun Ciater, Rawa Mekar bagda Subuh
  • Pesantren Markaz Hadits Baitul Hikmah Rawa Mekar Jaya, Serpong bagda Ashar

Lebih dekat dengan narasumber. Dengan semangat berbhakti dan mengabdi sebagai volunteer atau relawan adalah Suradi, SE, MM  HP 08129392380 seorang  pejuang mutu dan penggiat dakwah. Sosok Suradi di dunia mutu sebagai insan pembelajar memiliki jam terbang dengan segala bidang yang menjadi kompetensinya antara lain Sistem Manajemen Mutu ISO, SMK3, Kinerja Ekselen hingga tata kelola inovasi dan improvement. Mengakselerasikan harmoni kehidupan, maka Suradi tetap istiqomah menjadi pelayan umat dan lebih dekat dengan para santri dan alim ulama.

Dokumentasi dan publikasi. Untuk menebarkan syiar kegiatan EMAS sebagai majlis ilmu yang mulia ini dan berharga ini tentu saja diiringi dengan semangat syiar yang lebih luas lagi sehingga kemanfaatannya semakin luas dan semakin dirasakan oleh banyak orang. Media yang dirintis  adalah media sosial  dan   media digital lainnya sehingga adaptif di era digital saat ini dengan indikasi lebih cepat, lebih mudah dan lebih murah untuk dinikmati oleh para pihak yang berkepentingan.

Pemberian Atensi, Rekognisi dan Testimoni. Sebagai apresiasi kepada para santri dan wujud atensi maka kepada peserta yang aktif dan menjadi teladan bagi peserta lainnya diberikan hadiah.  Sumber dana secara mandiri dan sumber eksternal lain yang dianggap syah dan dapat dipertanggungjawabkan.  Secara umum pengelola, pengajar dan santri merasa antusias mengikuti kegiatan EMAS ini dan memberikan manfaat tambahan wawasan  tentang pentingnya mutu dalam proses belajar mengajar dan kaderisasi kepemimpinan umat ke depan.

Harapan pengelola, pengajar dan santri kegiatan EMAS ini dapat dilanjutkan dengan materi tentang mutu  pada tahap berikutnya secara berkelanjutan. 

Meski masih dalam lingkup yang kecil dan jumlah peserta terbatas maka tidak memupuskan semangat juang menggapai asa bersama para santri. Akhirnya catatan kecil  yang bermuatan dan bernuansa edukasi mutu adaptif santri ini memberikan  harapan baru dan semangat terbarukan untuk menghadirkan manfaat bagi diri, santri,  organisasi dan kemaslahatan umat. Terimakasih atas kerjasama dan kerja kolaboratif para pihak  yang telah mendukung dan membantu suksesnya program EMAS ini. Salam sehat, tetap semangat dan tebarkan manfaat. 

Indah nian bunga melati, tumbuh di taman sungguh menawan.

Indanhya berbagi dengan santri, sebagai pengabdian dan penuh kebersamaan.

Bermuhasabbah Berprinsip Kaizen

Penulis :  Suradi-Narasumber Webinar ALIF (Alhamdulillah It’s Friday) AMMPI

Webinar ALIF (Alhamdulillah It’s Friday) – Bermuhasabbah Berprinsip Kaizen (8/04/22)

Posisi di era VUCA. Saat ini  kita menghadapi era milenial (menurut perpsektif generasi), era industri 4.0 (menurut perspektif dunia industri), era digital (menurut perspektif teknologi informasi) dan secara umum zaman VUCA yaitu Volatility (mudah bergejolak), Uncertainty (ketidakpastian yang tinggi), Complexity (kompleks tantangan dan permasalahan yang dihadapi ) dan Ambiguity (ketidakjelasan informasi mana yang benar dan mana yang salah).

Era industry 4.0 sebenarnya tidak terlalu dirisaukan seandainya Rasulullah masih hidup. Rasulullah amat senang lebih mudah, lebih cepat dan lebih murah menjangkau wilayah syiar, dakwah dan ukhuwah yang lebih luas. Kerisauan atau keprihatinan yang terjadi adalah  belum bisa memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk menyebarkan nilai-nilai kebenaran. Yang masih sering terjadi adalah menyebarkan nilai-nilai kebatilan dan perilaku maksiat penyalahgunaan narkoba, tindakan kriminal dan menghalalkan segala cara yang bisa  disaksikan di media elektonik di sekitar kita  dan media sosial di genggaman tangan kita.

Antara yang besar dan yang kecil. Dalam dunia bisnis di jaman monopoli yang besar menjadi jaminan untuk tetap sebagai pemenang atau yang mejadi market leader. Namun ketika jaman sudah berubah pada era kompetisi bahkan era digital saat ini, tidak ada jaminan yang besar (the giant) yang selalu menang dan tetap bertahan tapi justru yang kecil bisa menang dan sustainable growth ketika bisa beradaptasi dan berkolaborasi menghasilkan kinerja yang lebih cepat, lebih mudah dan lebih murah.  

Perspektif Produktvitas. Peta demografi Indonesia 2019  Bonus demografi di Indonesia sudah dimulai sejak saat ini hingga puncaknya di tahun 2030, dimana jumlah usia produktif dua kali lebih banyak dari usia non produktif.jumlah penduduk 267 juta 134 juta jiwa laki-laki 132,89 juta jiwa perempuan. Usia produktif 68% 183 juta diantaranya berada dalam usia produktif antara 15-64 tahun Usia tidak produktif 32% Kelompok umur 0-14 tahun sebesar 66,17 juta jiwa dan kelompok umur lebih dari 65 tahun berjumlah 17,37 juta jiwa

Productivity Paradox Indonesia. Produktivitas Indonesia termasuk kelompok rendah di ASEAN. ICOR Indonesia 6,8 terendah di ASEAN. Productivity manufacture Indonesia hanya 74,4 (dari skala 100 di bawah rata-rata ASEAN 78,2 dan urutan ke 8 atau ke3 terbawah di ASEAN.

Perspektif Spiritual. Kehidupan manusia sejak lahir menjadi bayi memiliki obsesi untuk bisa merangkat kemudian bisa berjalan. Menginjak usia anak banyak bermain dengan teman-teman sebanyanya. Memasuki usia sekolah belajar sejak SD, SLP, SLA dan Perguruan Tinggi. Setelah lulus studi obsesinya bekerja di suatu perusahaan atau organisasi tertentu atau berwira usaha sendiri untuk menjadi orang  yang sukses dengan segala aktivitas yang di cita-citakannya. Dengan berjalannya waktu maka tibalah masa pensiun atau lanjut usia untuk menikmati sisa hidup dengan segala keadaan yang dirasakannya yang mengalami penurunan fisik dan fungsi organ tubuh lainnya. 

Dalam menjalani longmarch atau perjalanan panjang kehidupan manusia tersebut, ada proses pembelajaran yang bisa kita angkat terutama penggunaan atau alokasi waktu yang tersedia. Ada sebuah analisa sederhana dengan pendekatan asumsi usia manusia 60 tahun, ternyata 20 tahun dihabiskan untuk bekerja, tahukah kita ternyata tidur atau istirahat menyedot waktu 18,8 tahun (hampir sepertiga bagian waktu), aktivitas lainnya 18,2 tahun dan yang patut kita cermati adalah hanya 1,39% atau 10 bulan dari 60 tahun waktu yang kita gunakan untuk ibadah. Pertanyaannnya, apakah kita merasa cukup dengan peruntukan waktu yang digunakan untuk beribadah? Adakah minat dan semangat untuk mentransformasikan alokasi waktu untuk beribadah?

 “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku” (QS 51:56). Oleh karena itu saatnya kita meluruskan niat bahwa segala aktivitas yang kita lakukan adalah  untuk beribadah kepada Allah mulai sejak bangun tidur hingga saatnya tidur kembali. Ketika ketika bekerja di perusahaan atau organisasi atau usaha mandiri kita niatkan ibadah, ketika kita melakukan aktivitas sosial kemasyarakatan seperti memiliki komunitas hobby olahraga dan lainnya kita luruskan untuk beribadah. Ketika kita tidur atau istirahat, juga luruskan beribadah kepada Allah. Dengan demikian terjadi lompatan perolehan nilai ibadah kita.   

Bermuhasabbah dan berbenah. Sekarang kita masih hidup, tetapi siapa tahu besok atau lusa atau minggu depan atau bulan depan atau tahun depan, kita akan meninggal. Sekarang kita masih dapat menikmati tahun Ramadhan 1443H, tetapi siapa tahu tahun depan kita sudah tidak ada. Berbahagialah bagi mereka yang memperoleh nikmat umur yang panjang dan mengisinya dengan amalan yang baik dan perbuatan yang bijak “Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya” (HR Ahmad).

Prinsip Kaizen. Istilah kaizen diambil dari bahasa Jepang. Kaizen dapat diartikan sebagai untuk perbaikan, perubahan menjadi lebih baik, atau perbaikan berkelanjutan. Kualitas : mulai dari produk, praktik terbaik, dan proses. Biaya : seperti bahan, energi, dan sumber daya. Pengiriman : waktu. Manajemen : pelatihan, sikap, alur kerja. Keselamatan dan kondisi kerja. Dari sekian banyak  referensi dan literasi tentang Kaizen antara lain memiliki prinsip-prinsip  Fokus pada pelanggan, Melakukan perbaikan terus menerus, Mengakui suatu masalah cecara terbuka, Mendorong keterbukaan, Menciptakan tim kerja, Mengelola proyek melalui tim lintas fungsional, Pengembangan proses hubungan yang tepat, Mengembangkan disiplin pribadi, Memberikan Informasi kepada setiap pekerja dan Membuat setiap pekerja menjadi mampu. Dari 10 prinsip Kaizen tersebut yang menjadi highlight dan relevan dengan bermuhasabbah adalah melakukan perbaikan secara terus-menerus.

Pola Pikir Ber Muhasabbah Berprinsip Kaizen. Secara umum pola pikir bermuhasabbah berprinsip Kaizen dapat diformulakan menggunakan pendekatan atau filosofi melakukan perbaikan berkelanjutan dengan memutar siklus PDCA (Plan, Do, Check, Action).   Siklus PDCA ini dapat dilakukan secara individual dan secara komunal dengan segala aktivitasnya apakah bersifat proyek atau bukan proyek, apakah berupa design thinking atau bahkan yang bersifat strategic bagi suatu perusahaan atau organisasi. 

Dalam tataran transaksionalnya sebagai alternatif dapat menggunakan metode pemecahan masalah yang terdiri dari 8 steps yaitu Menentukan aktifitas,  Mengidentifikasi penyebab,  Menentukan solusi Merencanakan perbaikan,  Menerapkan rencana perbaikan,  Mengevaluasi solusi Menetapkan  standardisasi kemudian   Menentukan tema berikutnya.

Syukur yang tak kendur. “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.“ (QS 14 : 7).

Kisah inspiratif. Sejalan dan seirama syukur yang tak kendur ada sebuah kisah inspiratif yang patut menjadi learning process atau ibrah bagi kita.  Seorang petani dan istrinya begandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur hujan. Tiba-tiba lewat sebuah motor di depan mereka, berkatalah petani kepada istrinya “Lihat bu, betapa bahagianya suami istri yg naik motor itu meski kehujanan tapi mereka bisa cepat sampai di rumah tidak seperti kita yg harus lelah berjalan dan basah kuyup utk sampai ke rumah”.

Sementara itu pengendara motor dan istrinya yang sedang berboncengan di tengah derasnya hujan melihat sebuah mobil pick up lewat di depan mereka. Pengendara motor itu berkata kpd istrinya “Lihat itu, betapa bahagianya orang yang naik mobil itu, mereka tidak perlu kehujanan seperti kita”. Di dalam mobil pick up yg dikendarai sepasang suami istri terjadi perbincangan ketika sebuah sedan Mercedes Benz lewat, “Lihat bu, betapa bahagianya orang yg naik mobil bagus itu, pasti nyaman dikendarai tdk seperti mobil kita yg sering mogok”

Pengendara mobil Mercedes Benz itu adalah seorang pria kaya, dan ketika dia melihat sepasang suami istri petani yang berjalan bergandengan tangan di bawah guyuran air hujan, pria kaya itu berkata dalam hati , “Betapa bahagianya suami istri itu, mereka dengan mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini, sementara aku dan istriku tidak pernah punya waktu untuk berduaan karena kesibukan masing-masing.

Culture paradigm change. Ada perubahan paradigma budaya yang bisa mengkomparasikan antara paradigma lama dan paradigma baru. Paradigma lama berorientasi pada  Training, High Spec, Fixed, Supervisory, Materiality, Competitive, Static, Short term, Corrective. Di sisi lain ada paradigma baru yang berorientasi pada  Learning, High Impact, Flexibility, self-monitoring, Spirituality, Participative, Dynamic, Long terms, Preventive. Ada 1 indikasti yang menarik dan menjadi renungan kita adalah perubahan paradigma dari   materiality ke spirituality.

Kunci kesuksesan. Sudah lazim bahwa setiap manusia  memilki obsesi kesuksesan sehingga ada sebuah doa yang bermuatan “Jadikanlah permulaan hari ini menjadi kebaikan, di tengahnya menjadi keberuntungan dan di akhirnya menjadi kesuksesan”. Adapun  indikator kunci kesuksesan dapat diibaratkan  sebuah mobil  dengan instrumen setir adalah berilmu sehingga dalam  mengemudikannya dapat berjalan on the track sesuai norma dan kaidah kebenaran, ada saatnya melihat spion kanan kiri dan belakang, ada saatnya melihat atau menatap jauh ke depan. Dashboard sebagai simbol kejujuran untuk memonitor dan melakukan supervisi serta kontrol. Adapun instrumen rem adalah sebagai simbul bersabar dalam menjalankan amanah terutama ketika menghadapi tantangan bahkan musibah atau bencana. Sementara gas punya peran untuk bersyukur atas apa yang dicapai yang menjadi performance achievement dan tetap semangat untuk menggapai hari esok yang lebih baik lagi. Ada satu lagi instrumen adalah mesin sebagai simbol kasih sayang sehingga mesin kendaraan ketika dihidupkan menebarkan rasa kasih sayang kepada orang-orang yang terlibat di dalamnya untuk mencapai tujuan bersama.

Tetapkan target tanpa meleset. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS 59 : 18).   Disinilah pentingnya sebuah perencanaan baik jangka pendek, jangka menegah dan jangka panjang apabila kita gagal dalam merencanakan maka sama dengan merencanakan kegagalan itu sendiri. Sehingga penting bagi kita untuk membuat perencanaan di dunia yang fana ini dan hari esok di akhirat yang abadi.

Jadikan kesibukannya untuk memperbaiki diri.  Ketika kita memposisikan kesibukannya adalah  memperbaiki diri maka akan  menjadi wahana solusi atas hasil bermuhasabbah. Mulailah dari diri, kemudian dikembangkan ke keluarga/kelompok terdekat  berlanjut pada organisasi, perusahaan, negara bahkan alam semesta untuk menggapai keridlaan Allah bahagia di dunia dan akherat.

Jadilah  orang yang beruntung. “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung” (QS 3:104). Rasanya kita sependapat untuk menjadi orang yang beruntung sehingga  selayaknyalah memenuhi apa yang persyaratannya atau kriterianya yang tidak lain dan tidak bukan adalah mari menyeru kebaikan, menyuruh yang ma’ruf dan mencegah yang munkar

Ramadhan time to recharge.  Di Ramadhan bulan puasa ini bisa dijadikan sebagai media atau kawah candradimuka bagi kita untuk melakukan isi ulang (recharge) atas segala opportunity for improvement yang dimiliki untuk menggapai hari esok yang lebih baik, yang lebih berkualitas dan yang lebih produktif lagi serta bernilai ibadah.

Sebagai penyemangat kita lantunkan pesan moral berikut ini :

Bila tuan ke Jakarta,
Jangan lupa singgah ke Monas
Mari kita saling bekerjasama,
Tingkatkan mutu & produktivitas

(Penulis : Suradi-Pejuang mutu dan produktivitas)

WEBINAR SERIES AMMPI EXPERIENCE – Continuous Improvement is The Best Solution for Work Problems

Assalammu’alaikum Wr. Wb.

Salam sehat selalu

Bagi anda yang mempunyai masalah dalam menyelesaikan permasalahan dalam pekerjaan di tempat kerja, ayo ikuti webinar ini untuk menemukan solusi yang tepat melalui QCC (Quality Control Circle) dengan tahapan PDCA (Plan Di Check Action). Kepada Bapak/Ibu penggerak mutu dan produktivitas, melalui pesan ini kami mengudang Anda pada:

?Webinar Series AMMPI eXperience?
“CONTINUOUS IMPROVEMENT IS THE BEST SOLUTION FOR WORK PROBLEMS”

Waktu Acara
?️ Tanggal: Selasa, 26 April 2022
⏰ Pukul: 13:00 – 15:00 WIB
? Via: Zoom
Meeting ID: 835 9648 0644
Passcode: 260422

Pembicara:
Ratno Feri Sutanto
Quality Control Circle Expert

GRATIS
atau dengan ?E-Sertifikat (Rp50.000)

Link Registrasi
? https://bit.ly/registrasi-experience

?CP:
Reyza 0895610526098
Salsa 08992039192

Terima kasih

WEBINAR Series AMMPI GRATIS – ALIF (Alhamdulillah It’s Friday)

Assalammu’alaikum Wr. Wb.

Salam sehat selalu

Kepada Bapak/Ibu penggerak mutu dan produktivitas, melalui pesan ini kami mengudang Anda pada:

Webinar Series AMMPI ALIF (Alhamdulillah It’s Friday)
“BERMUHASABBAH BERPRINSIP KAIZEN”

Waktu Acara
Tanggal: Jumat 8 April 2022
Pukul: 09:00-10:30 WIB
Via: Zoom
Meeting ID: 88209495330
Passcode: 842022

Pembicara:
Suradi, S.E., M.M. (Ketua AMMPI)
Pembukaan:
Sunarso, HS (Dewan Pendiri)
Moderator:
Arfizon (Anggota AMMPI)

GRATIS

Peserta akan mendapatkan:
?E-Certificate

Link Registrasi untuk sertifikat:
https://bit.ly/regis-ALIF

Contact Whatsapp
Reyza 0895610526098

Terima kasih

Sosialisasi INDONESIA PERFORMANCE EXCELLENCE AWARD (IPEA) 2022

Semoga Bapak dan Ibu selalu diberikan kesehatan dan keselamatan di masa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung saaat ini.

Pada kesempatan ini perkenankan kami dari Asosiasi Manajemen Mutu & Produktivitas Indonesia (AMMPI) sebagai Core Council Member Asia Pacific Quality Organization (APQO) bekerjasama dengan Wahana Kendali Mutu (WKM) menyampaikan informasi tahunan tentang penghargaan Indonesia Performance Excellence Award (IPEA) 2022 yang akan diberikan pada acara Indonesia Quality Excellence Festival (IQEF) 2022 yang direncakan pada tanggal 21-24 November 2022 di Lombok, Nusa Tenggara Barat bersamaan dengan acara tahunan lain kami Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXVI – 2022.

Adapun informasi Sosialisasi acara IPEA akan kami laksanakan pada:

Hari & Tanggal : RABU, 20 April 2022

Pukul                : 09.00 – 11.00 WIB

Tempat           : via Zoom Conference Meeting dengan:

  • Meeting ID: 879 9445 7941
  • Passcode: 077400

Agenda          :

  • Kilas Balik IPEA 2022
  • Pengenalan tentang IPEA 2022
  • Penjelasan tentang metodologi yang digunakan.
  • Diskusi dan tanya jawab.

Kegiatan yang semula akan dilaksanakan pada tanggal 5 April, akan berpindah ke tanggal 20 April 2022. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Reyza: 0895610526098. Mohon untuk diisi link Konfirmasi Kehadiran Sosialisasi IPEA 2022: https://bit.ly/sos-IPEA-2022

Kami berharap keikutsertaan dari perusahaan Bapak dan Ibu mengingat acara ini sangat penting sebagai pengetahuan dalam memutuskan keikutsertaan di ajang Internasional. Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

WEBINAR SERIES AMMPI – EKNOWLEDGE – “SDM Unggul Untuk Tingkatkan Daya Saing Perusahaan” – MARET 2022

Webinar Series AMMPI – eKnowledge –
“SDM Unggul Untuk Tingkatkan Daya Saing Perusahaan”

RANGKAIAN
15-16 dan 22-23 Maret 2022
Pukul 09:00-12:00 WIB

PEMATERI
Sukiman

BIAYA PENDAFTARAN
Rp 350.000,- MEMBER AMMPI
Rp 500.000,- NON MEMBER

Peserta akan mendapatkan:
E-Sertifikat
6 Modul Materi Webinar
Video Rekaman

LINK REGISTRASI
https://bit.ly/webinar-sdm-unggul-1

Transfer Bank Mandiri: 102-00-0540354-5 A/N Asosiasi Manajemen Mutu & Produktivitas Indonesia

Harap melampirkan bukti pembayarannya ke Nomor WA diatas

Link Zoom akan diberikan paling lambat 1 hari sebelum acara.

Info lebih lanjut :
Reyza 0895610526098

GLOBAL ASSESOR COURSE – BATCH 2 – 8, 9, 15 Februari 2022

Webinar Series AMMPI:
GLOBAL ASSESSOR COURSE (GAC) – (BATCH 2)
3 Days Course

REGISTRASI:
Rp1.000.000/Peserta (Non Member AMMPI)
Rp500.000/Peserta (Member AMMPI)

Waktu Acara
Tanggal: 8, 9 dan 15 Februari 2022
Pukul: 09:00-15:00 WIB

Coach Team:
Budihartono, Damayanti, Suradi, Abdul Halim

Peserta Mendapatkan
?E Sertifikat
?Materi Webinar
? Rekaman Webinar selama 3 hari

Link Registrasi:
https://bit.ly/ek_GAC

Contact Whatsapp
Reyza 0895610526098

Transfer Bank Mandiri: 102-00-0540354-5 A/N Asosiasi Manajemen Mutu & Produktivitas Indonesia

Harap melampirkan bukti pembayarannya ke Nomor WA diatas