International Quality and Productivity Convention (IQPC) 2022 sebagai Karya Anak Bangsa yang Melegenda

Karya anak bangsa yang melegenda sebagai judul dalam tulisan ini sangatlah tepat dan beralasan. Sebagai anak bangsa di negeri tercinta Indonesia ini berbagai kiprah dan karya nyata telah, sedang dan terus diukir untuk menunjukkan pada dunia internasional bahwa anak bangsa ini bisa berkarya dan berdaya saing di tingkat global. Tidak sekedar sebuah karya begitu saja namun mulai dari proses dan hasilnya sungguh melegenda karena melibatkan para pihak berkepentingan baik di dalam negeri maupun para kolaborator  luar negeri yang menjadi pejuang mutu dan produktivitas kemudian mempertemukaannya dengan karya inovasi unggulan dan keberhasilan dalam menata kelola perusahaan yang ekselen serta  berdaya saing global. Tema sentral yang diangkat adalah “Raise of Innovation Spirit to Overcome the Crisis”.

Untuk ketiga kalinya konvensi internasional mutu dan produktivitas atau International Quality and Productivity Convention (IQPC) diselengarakan di Bali bertempat di Hotel Harris Sunset Road.  Konvensi ini akan berlangsung dari 24 – 27 Oktober 2022. Acara yang dikoordinir oleh Indonesian Quality and Productivity Management Association (IQPMA) atau Asosiasi Manajemen Mutu dan Produktivitas Indonesia dan Wahana Kendali Mutu (WKM) ini diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2012, berpindah-pindah tempat dan terakhir diselenggarakan di Bali tahun 2019 sebelum pandemi Covid 19 mulai melanda Indonesia.

Ketua Penyelenggara IQPC, Ir. Budihartono. M.Sc., menerangkan bahwa konvensi semacam ini secara filosofis lebih merupakan ajang sharing inovasi dari berbagai jenis usaha atau industri mulai dari farmasi, pertambangan, manufaktur, dan industri barang dan jasa lainnya. “Tiap-tiap tim unjuk kebolehan atas inovasi yang mereka ciptakan dan pengaruhnya terhadap mutu dan produktivitas atau kinerja.

“Mereka dinilai oleh juri yang kompeten, lalu diberi apresiasi” lanjut Budi.

Salah satu keuntungan keikut-sertaan dalam konvensi ini adalah tiap-tiap tim memiliki peluang untuk menguji sekaligus mengadopsi manakala ada inovasi yang layak dikembangkan bagi perusahaannya. “Sangat dimungkinkan terjadi cross knowledge opportunities,” tukas Budi.

Ketua Bidang Luar Negeri (Head of Foreign Affairs, Damayanti, S.E., M.M), menambahkan bahwa jumlah peserta konvensi sekitar 500 orang, terdiri dari 114 tim dari 10 negara, diantaranya dari Amerika Serikat dan Rusia, dibagi dalam empat stream atau kelompok besar tim presentasi. Tiap-tiap stream akan menampilkan sekitar 28-29 tim inovator. Damayanti menambahkan, “Selain sharing inovasi, dalam konvensi ini juga akan dihadirkan para pakar manajemen maupun teknologi inovasi. Diantaranya adalah Mangalika de Silva PhD dari Universitas Sri Jayewardenepura, Sri Lanka. Ada juga Dato’ Abdul Latif, Direktur Jenderal Malaysia Productivity Corporation. Dari Indonesia akan hadir Ir. Agung Yunanto, M.M., M.B.A., yang ahli di bidang Human Capital, Business Development, Merger & Acquisition.

Pada bagian lain, President of  IQPMA, Suradi, S.E., M.M, menyatakan ajang seperti ini sangat penting dan bermanfaat bagi individu maupun tim memperoleh kesempatan mempresentasikan karya-karya unggulan di ajang international. Menurut Suradi, konvensi ini sangat bermanfaat bagi para pimpinan/manajemen perusahaan karena dapat membuka wawasan baru dalam menyikapi penerapan Sistem Manajemen Mutu Terpadu dan perkembangannya. Belum lagi dalam ajang seperti ini juga terbuka terjalinnya kerjasama internasional, minimal terjadi sharing pengalaman dan inovasi untuk meningkatkan mutu dan produktivitas dengan membangun ekosistem simbiosis mutualistik sinergik yang berkelanjutan dan berkemajuan.

Suradi merasa bersyukur karena pandemi Covid 19 berangsur normal dan pihaknya dapat menyelenggarakan acara ini di Bali. Acara semacam ini secara langsung maupun tidak langsung dapat memberikan efek ekonomi bagi penyelenggara wisata, industri kecil dan  memperkenalkan adat dan budaya Bali yang memiliki daya magis bagi pariwisata internasional. Oleh karena itu acara ini juga  sebagai aktualisasi Gerakan cinta produk-produk Indonesia dan turut berkontribusi untuk pemberdayaan ekonomi berbasis UMKM.

Suradi menyatakan jika jumlah peserta resmi sekitar 500 orang, ditambah penggembira, maka paling tidak akan membantu meningkatkan tingkat hunian kamar hotel, persewaan kendaraan, kuliner dan lain-lain. Belum lagi ada program kunjungan ke beberapa obyek wisata di Bali. “Diharapkan mereka akan belanja kerajinan maupun oleh-oleh khas Bali,” kata Suradi. Menjadi harapan bersama bahwa penyelenggaraan IQPC 2022 ini bukan akhir sebuah perjuangan dan perjalanan panjang sebuah komitmen dan dedikasi tinggi pejuang mutu dan produktivitas namun sebagai milestone untuk menghadapi tantangan menjadi peluang ke depan di era VUCA yaitu di jaman yang penuh Volatility (gejolak), Uncertaintly (ketidakpastian yang tinggi), Complexity (kompleksitas permasalahan nasional dan global) dan Ambiquity (ketidakjelasan informasi antara yang berdasarkan fakta dan hoax). Oleh karena itu semangat berkolaborasi antar lembaga antar negara menjadi alternatif solusinya dengan membangun kerjasama bilateral yang dituangkan dalam MoU.   (Kiriman : Suradi, SE, MM-AMMPI)

Penguatan AMMPI bagi Kemajuan NKRI

Oleh: Suradi, SE, MM – AMMPI

Masa bakti DPP AMMPI 2019 – 2022 telah berakhir, sehingga Sabtu, 27 Agustus 2022 diselenggarakan Kongres IV DPP Asosiasi Manajemen Mutu & Produktivitas Indonesia (AMMPI) di Hotel Amoz Cozy Melawai Jakarta Selatan untuk mencermati performance achievement, mengevaluasinya dan menindaklanjutinya dengan Action For Improvement, memilih pengurus baru yang diharapkan mampu mewarnai  organisasi dengan semangat terbarukan. dan masukan apa saja yang sepatutnya kita rekomendasikan kepada pemerintah dalam rangka memajukan Indonesia dari sisi mutu dan produktivitas.

Melalui Kongres IV ini diharapkan dapat memotivasi semua pengurus agar lebih memiliki rasa memiliki, yang dengan demikian akan menumbuhkan minat berpartisipasi untuk meningkatkan keberhasilan, sehingga pada akhirnya memunculkan responsibilitas diri dan organisasi agar AMMPI mampu meraih keunggulan.

Kita yakini bersama bahwa semangat mewujudkan Program Kerja hasil keputusan Kongres III tanggal 27 Agustus 2019 yang lalu mendapatkan tantangan Pandemi Covid 19, sekalipun pada awal masa bakti DPP AMMPI 2019 – 2022 mampu dilaksanakan beberapa aktivitas yang hasilnya belum menggembirakan, namun tetap perlu diberikan apresiasi kepada seluruh Dewan Pengurus Pusat AMMPI atas dukungan yang diberikan.

Dari berbagai kegiatan yang mengakomodasi peserta dari BUMN, BUMD, Perusahaan Swasta dan Lembaga Pendidikan membuktikan bawa eksistensi AMMPI dari waktu ke waktu terus meningkat. Kegiatan tersebut baik diselenggarakan di dalam negeri maupun di luar negeri, tentu masih perlu lebih ditingkatkan agar mampu memberikan sumbangsih yang lebih berarti dalam menggerakkan peran serta seluruh komponen bangsa mewujudkan kemajuan bangsa di era teknologi disrupsi saat ini.

Eksistensi AMMPI semakin berarti berkat prakarsa dan kerjasama  para aktivitis mutu dan produktivitas Wahana Kendali Mutu (WKM) dan dukungan para praktisi mutu dari berbagai organisasi lainnya adalah untuk menyebarluaskan pentingnya aspek mutu dan produktivitas ke berbagai kalangan, baik ke lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif, maupun kepada kalangan dunia usaha, industri dan pendidikan di tanah air.

Rapat KomisiKomisi II Program Kerja

Sejalan tema yang kita usung kali ini adalah “Penguatan AMMPI bagi Kemajuan NKRI” maka makna Kongres IV AMMPI ini menjadi penting karena selain untuk menata organisasi dari sisi AD, ART, Program Kerja dan Pemilihan Pengurus Baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan masa kini, juga diharapkan mampu memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk mendorong semangat improvement dan innovation dalam rangka kemajuan bangsa.

Suradi, Ketua Umum AMMPI masa bakti 2019 – 2022 menyatakan bahwa : “Kongres IV DPP AMMPI sebagai momentum strategis mengawal AMMPI yang lebih berdaya dan berhasil guna sesuai dengan tagline AMMPI Kontribusi untuk Negeri”.

Dalam kurun waktu tiga tahun masa bakti DPP AMMPI meski sebagian besar waktu dijalani pada masa pandemi Covid-19 namun tetap dengan semangat kita jalankan sesuai pokok-pokok pikiran yang tertuang dalam keputusan RAKERNAS tentang rancangan program kerja.  Beberapa value creation dan success story yang telah terukir adalah karya bersama yang direpresentasikan dari 5 bidang antara lain program baru Indonesia Performance Excellence Award (IPEA), pelatihan Global Assessor Cource (GAC), kolaborasi dengan Lembaga Produktivitas Nasional (LPN) dan APPRODI, Benchmark dengan best practice, penyelenggaraan webinar, penyelenggaraan event nasional – Temu Karya Mutu & Produktivitas Nasional (TKMPN) dan event internasional (IQPC, GPEA, APQO IC, ICQCC dan lainnya), penyampaian rekomendasi ke pemerintah Republik Indonesia dan menjadi tuan rumah penyelenggaraan APQO IC 2019 di Bali.

Toto Suharto selaku ketua komite pelaksana sekaligus merangkap sebagai ketua sidang mengharapkan hasil kongres ini bisa direalisasikan sehingga kemajuan organisasi AMMPI ini segera dapat memberikan sumbang sih yang positif bagi peningkatan mutu dan produktivitas.  AMMPI dapat lebih maju dan berjaya jika semua pengurus memilikirasa memiliki,yang dengan demikian akan menumbuhkan minat berpartisipasi untuk meningkatkan keberhasilan, sehingga pada akhirnya memunculkan responsibilitas diri agar AMMPI mampu meraih keunggulan.

Suradi, SE, MM Ketua Umum DPP AMMPI 2022-2025

Di penghujung acara Kongres IV DPP AMMPI diselenggarakan pemilihan Ketua Umum DPP masa bakti 2022-2025. Dari hasil proses penjaringan kandidat ketua umum DPP AMMPI melalui offline dan online ternyata hanya 1 orang kandidat nama saja yaitu Suradi, SE, MM. Akhirnya peserta Kongres IV DPP AMMPI secara aklamasi memilih Suradi, SE. MM sebagai Ketua Umum DPP AMMPI masa bakti 2022-2025. Adapun kepengurusan selengkapnya akan disusun menyusul kemudian.

Ir. Suwahono, MSc. selaku Ketua Dewan Pendiri dan Dewan Pembina berharap kepengurusan yang baru semakin lebih baik lagi kinerjanya dan didukung oleh para anggota pengurus lainnya. Kita yakini bersama bahwa jika upaya itu kita kerjakan dengan sungguh-sungguh, niscaya kita mampu mewujudkannya. Sebagaimana  falsafah nenek moyang kita: “Sing sopo temen,bakal tinemu”. Selanjutnya Ketua Dewan Pembina dan para peserta kongres mengucapkan selamat menjalankan amanah DPP AMMPI masa bakti 2022-2025.

Ketua Umum DPP AMMPI terpilih dalam sambutan perdananya mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas dukungan, kerja sama dan kerja kolaboratif Bapak/Ibu semua khususnya dalam prosesi pemilihan Ketua Umum DPP AMMPI sebagai sesama pejuang mutu dan produktivitas bersama berkontribusi untuk NKRI.

Yang menjadi spirit dan aksi bagaimana menghadapi tantangan menjadi peluang adalah dengan kekuatan 3S : menjalin Silaturahim (yang sudah kenal semakin akrab sebagai current customer, bagi baru kenal menjadi new customer), saling Sharing atas kemajemukan kapabilitas dan kapasitas dan  penguatan Sinergi dengan membangun ekosistem mutualistik.

Caranya dengan  PPT  yaitu People melengkapi susunan kepengurusan DPP AMMPI yang memiliki 3 C : Commitment, Consistent & Continuous improvement. Process : berbenah manajerial dan operasional berbasis pada sistem yang terintegrasi. Tools : adaptif di era digital media digital.  Sedangkan program percepatan dan akselerasinya  menggunakan 3N : Niteni, Niroke dan Nambahi.

Mohon doa, dukungan, kerjasama dan kerja kolaboratif Bapak/Ibu secara berkelanjutan, bersama AMMPI Jaya NKRI Maju. Semoga setiap langkah kita menghadirkan manfaat bagi diri, keluarga, organisasi, perusahaan dan bangsa serta bernilai ibadah.

Bila tuan ke Bandung jangan lupa belanja roti Kartika Sari.
Mari kita saling mendukung, AMMPI kontribusi untuk NKRI.

Bila tuan ke Surabaya, jangan lupa singgah ke tugu pahlawan.
Lebih baik menyalakan secercah cahaya, daripada mencerca kegelapan.

Kecil-kecil buah duku, kalau besar buah blewah.
Mari kita bikin sejarah baru, tanpa melupakan pelaku sejarah.

KUNJUNGAN KE PT. JAMKRINDO SECARA ONLINE – GPEA 2022

Kontributor : Suradi, SE, MM – DPP AMMPI

Selamat atas semangat Jamkrindo mengikuti GPEA 2022 tahun ke 4 secara berturut-turut. Pada Rabu, 3 Agustus 2022 mempunyai makna tersendiri bagi AMMPI maupun Jamkrindo. Sebagai alasan utamanya adalah pada waktu tersebut diselenggarakan kunjungan perusahaan Jamkrindo oleh Tim AMMPI secara online sebagai peserta GPEA 2022. Pada kesempatan ini  Suradi selaku Ketua Umum DPP AMMPI menyampaikan ucapan selamat kepada Jamkrindo yang tetap konsisten mengikuti GPEA 2022 dan juga kepada  Champion Team dan pemilik proses yang bekerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas dengan menyusun Dokumen Aplikasi.

Secara umum Jamkrindo  sebagai perusahaan yang menerapkan kaidah dan norma kinerja unggul menjadi  kekuatan, keunggulan dan daya saing baik di tingkat nasional maupun di tingkat global  dalam menjalankan strategi, layanan dan operasionalnya dalam memenangkan market share, maintain current customer dan creat the new customer.  Beberapa value creation yang memperkuat bargaining position dan menjadi competitive advantage dan positive sustainable growth Jamkrindo  antara lain kegiatan inovasi  baik dari segi tata kelolanya maupun kontennya yang mengaktualisasikan tahapan learning dalam prosesnya dan resultnya dan kegiatan CSR yang unik, khas dan berwawasan lingkungan memberikan positive image perusahaan.

Beberapa event inovasi yang pernah diikuti baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional selayaknya menjadi pertimbangan utama agar menjadi pemacu dan pemicu munculnya inovasi dengan lingkup yang lebih luas dan berkelanjutan.  Terimakasih atas kepercayaan, kerjasama dan kerja kolaboratif Champion Team Jamkrindo  dengan Tim GPEA AMMPI. Semoga dalam proses assessment di GPEA 2022 ini Jamkrindo kembali meraih hasil yang terbaik yang bermanfaat bagi diri, perusahaan, masyarakat dan bangsa Indonesia. Harapan kita kerjasama dan kolaborasi dapat kita pertahankan dan tingkatkan lebih baik lagi ke depan sebagai aktualisasi co creation of win-win longterm partnership dengan pesan moral :

Bila tuan ke Jakarta, jangan lupa singgah ke taman mini.

Mari kita tingkatkan kerjasama, raih prestasi yang lebih baik lagi.

Tetap konsisten dan di jalan perbaikan berkelanjutan. Manajemen atau senior leader Jamkrindo yang diwakili bu Ceriandri Widuri yang sering disapa bu Ceri selaku VP Risk Management menyampaikan ucapan terimakasih atas kerjasama ini yang sangat valuable menjadi branding dan tertantang kinerja terbaik. Yang diharapkan bukan sekedar awarding GPEA saja tetap lebih dari hal tersebur adalah ada tantangan yang menjadi tanggungjawab secara korporasi bukan hanya sekedar simbol saja tetapi sebagai prestasi secara korporasi.

Dalam closing audit laporan keuangan 2021 oleh PWC Jamkrindo  tumbuh secara signifikan dan tertinggi selama 52 tahun terakhir ini sebesar 1,06T  sebagai peluang bisnis yang high risk dan dapat menjamin risiko menjadi bisnis yang tumbuh positif. Prestasi ini tidak hanya oleh share holder saja tetapi prestasi bersama dalam melakukann perbaikan sistem dengan menindaklanjuti area for improvement dengan semangat transform to be IT Strategic perusahaan yang menjadi core business Jamkrindo. Hal-hal lain yang terkait dengan penguatan kapabilitas SDM sudah direkomendasikan ke fungsi HR dengan tetap mengembangkan ide kreatif unit kerja kemudian dieskalasi ke tingkat divisi, nasional dan bahkan internasional.

Laporan Proses Keikutsertaan Jamkrindo dalam GPEA 2022. Abdul Halim selaku Tim GPEA-IQPMA menyampaikan laporan proses keikutsertaan Jamakrindo dalam GPEA 2022 sebagai bahan masukan untuk melakukan imrprovement dan improvement. Saat ini tidak cukup denga sustain dan agile saja tetapi perlu resilience (tangguh). Dalam perjalanannnya memberikan apresiasi atas semangat champion team Jamkrindo. Secara umum beberapa catatan yang menjadi highlight adalah jumlah inovasi proses sebanyak 84 inovasi yang terdistribusi merespon  kriteria pada dimensi proses. Kinerja Good level (lebih baik dari tahun sebelumnya) sebanyak 318 data dari 350 data (91%). Kinerj Poor (memburuk dari tahun sebelumnya) sebanyak 26 data (7%) dan tidak ada pembanding sebanyak 313 data (89%). Kegiatan inovasi dapat diprioritaskan pada kinerja Poor dan penggunaan data comparison. Lakukan integrasi Business Excellence (BE), TQM dan ISO secara sistemik dan berkelanjutan. Melakukan peningkatan kapabilitas melalui workshop & training BEF : awareness, insight dan application document, system development nase on OFI’s.

Promo Program GPEA 2023. Untuk promo program GPEA 2023 Damayanti sebagai Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri AMMPI menyampaikan materi persyaratan dan jadwal pelaksanaan GPEA. Untuk GPEA 2023 akan diselenggarakan secara offline di Meksiko pada Oktober 2023 dengan beberapa jenis penghargaan : APQO International Individual (AIIA), APQO Innovation Class (AIC), APQO Internasional Best Practice (AIBP), Awrad for Contributing for Excellence (ACE Team) dan Global Performance Excellence Award (GPEA). Pada kesempatan ini ditegaskan kembali bahwa keikutsertaan GPEA 2023 lebh diperketat lagi terutama batas akhir pengiriman Dokumen Aplikasi peserta diharapkan sudah dikirimkan pada Maret 2023. Selain itu dalam waktu dekat di tahun 2022 ini ada event IQPC yang diselenggarakan di Bali pada Oktober 2022 dan TKMPN pada November 2022 di Lombok.

Penyerahan e Certificate of Completion IQPMA’S Application Document Preparation. Sebagai hasil perjuangan panjang Jamkrindo  melalui manajemen dan champion team maka IQPMA menyerahkan e Certificate of Completion Application Document Preparation kepada Jamkrindo disaksikan para pihak secara virtual. 

Diskusi dan closing statement. Dalam diskusi ini diberikan kesempatan kepada Jamkrindo untuk memberikan tanggapan berupa pertanyaan, usulan dan atau komentar untuk perbaikan ke depan. Dari hasil diskusi secara umum Jamkrindo berterimakasih atas masukan banyak dibantu untuk perbaikan ke depan. Sebagai closing statement disampaikan bu Ceri bahwa Jamkrindo ditugasi untuk support pertumbuhan UMKM dan pertumbuhan ekonomi nasional sehingga penerapan BEF ini menjadi solusi untuk mendiagnosis proses dan  pencapaiannya dapat tumbuh dan berkelanjutan serta tangguh.   

Kunjungan Perusahaan ke PT. Pupuk Kalimantan Timur (PKT) secara Online – GPEA 2022

Kontributor : Suradi, SE, MM – DPP AMMPI

Kunjungan Perusahaan PKT secara Online. Meski kunjungan perusahaan dilakukan secara online namun tidak mengurangi semangat dan antusias  untuk meningkatkan kinerja ekselen di pasar nasional dan pasar global secara berkelanjutan. Di hari Senin di tanggal 1 Agustus 2022 di awal  bulan ini memberikan warna dan nuansa yang berbeda bagi PKT untuk menerima kunjungan tim GPEA IQPMA menyampaikan proses keikutsertaan dalam GPEA 2022 dan program GPEA 2023. Acara ini dibuka oleh Host Reyza yang selama ini menjadi liaison tim IQPMA dengan champion team PKT.

Value creation.  Ketua Umum DPP AMMPI (Suradi) menyampaikan ucapan selamat kepada Manajemen dan staf PKT mengikuti GPEA 2022  ini  merupakan yang ke 5 sejak 2018 atau 5 tahun berturut-turut. Keikutsertaan dalam GPEA 2022 tentu menuntut dan menuntun PKT melalui Champion Team nya bekerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas dengan menyusun Dokumen Aplikasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Secara umum PKT sebagai perusahaan yang menerapkan kaidah dan norma kinerja unggul menjadi  kekuatan, keunggulan dan daya saing baik di tingkat nasional maupun di tingkat global  dalam menjalankan strategi, layanan dan operasionalnya di pasar nasional dan  pasar global. Beberapa value creation yang memperkuat bargaining position dan menjadi competitive advantage dan positive sustainable growth PKT  antara lain kegiatan inovasi  baik dari segi tata kelolanya maupun kontennya yang mengaktualisasikan tahapan learning dalam prosesnya dan resultnya dan kegiatan CSR yang unik, khas dan berwawasan lingkungan memberikan positive image perusahaan antara lain UMKM Makrifah yang meraih penghargaan PARAMAKARYA dari presiden RI.  Beberapa event inovasi yang diikuti antara lain  inovasi tingkat nasional di TKMPN, inovasi K3 ICC OSH 2021-2022 dan event inovasi internasional antara lain IQPC, ICQCC, APQO dan lainnya.

Terimakasih atas kepercayaan, kerjasama dan kerja kolaboratif Champion Team PKT  dengan Tim GPEA AMMPI yang solid dan smart. Semoga dalam proses assessment di GPEA 2022 ini PKT kembali meraih hasil yang terbaik yang bermanfaat bagi diri, perusahaan, masyarakat dan bangsa Indonesia . Aamiin. Harapan kita kerjasama dan kolaborasi dapat kita pertahankan dan tingkatkan lebih baik lagi ke depan sebagai aktualisasi co creation of win-win longterm partnership.

Bila tuan ke Bontang, jangan lupa singgah ke PT Pupuk Kalimantan Timur.

Bersama kita berjuang, semoga PKT semakin makmur

Pake mobil kecil, pergi wisata. Bawa makanan hangat  jangan lupa.

Semoga PKT berhasil dalam GPEA 2022.   Hadirkan manfaat untuk diri, perusahaan dan bangsa

Siklus berulang untuk perbaikan. Dian Wahyu selaku Plt Vice President Inovasi dan Pengembangan Manajemen  PKT menyampaikan ucapan terimakasih atas terselenggaranya acara kunjungan perusahaan secara virtual terhadap keikutsertaan PKT dalam GPEA 2022. Berbagai prestasi dan kinerja ekselen telah dicapai sebagai siklus berulang untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan sehingga PKT semakin lebih baik dan lebih baik lagi.

Proses Keikutsertaan PKT dalam GPEA 2022. Dalam kesempatan yang berharga ini proses keikutsertaan PKT dalam GPEA 2022 disajikan  oleh Abdul Halim selaku Tim GPEA-IQPMA dengan materi GPEA APQO winner & conference, proses peserta GPEA, proses penyusunan Dokumen APlikasi, peta kinerja dan kualitas Dokumen Aplikasi, Next program GPEA dan Conclusion.  Secara umum PKT semakin memantapkan diri sebagai perusahaan yang berkinerja ekselen di tingkat nasional dan tingkat global. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah inovasi yang banyak dan berkualitas dalam merespon kriteria di setiap kategori proses (terdapat 19 inovasi proses). Selain itu dari aspek result atai hasil kienr good level (lebih baik dari tahun sebelumnya sebanyak 96% atau 99 data dari 103 data yang dilaporkan. Sebagai peluang untuk pengembangan khususnya kinerja poor (memburuk dari tahun sebelumnya) sebanyak 4 data atau 4% dengan pembanding sebanyak 21 data atau 20%.

Oleh karena itu kegiatan inovasi dapat dipriortaskan pada tindak lanjut kinerja poor, unfavorable trend dan lagging comparison. Sebagai aksi menghadapi tantangan ke depan menjadi peluang maka PKT dapat melakukan integrasi BE, TQM dan ISO. Untuk pembinaan dan pemberdayaan SDM dapat dilakukan melalui workshop & training BEF : awareness, insight, application document, system development based on OFI’s.

Program GPEA 2023. Untuk program GPEA 2023 Damayanti sebagai Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri AMMPI menyampaikan persyaratan dan jadwal pelaksanaannya. Untuk GPEA 2023 akan diselenggarakan secara offline di Meksiko pada Oktober 2023 dengan beberapa jenis penghargaan : APQO International Individual (AIIA), APQO Innovation Class (AIC), APQO Internasional Best Practice (AIBP), Awrad for Contributing for Excellence (ACE Team) dan Global Performance Excellence Award (GPEA). Pada kesempatan ini ditegaskan kembali bahwa keikutsertaan GPEA 2023 lebh diperketat lagi terutama batas akhir pengiriman Dokumen Aplikasi peserta diharapkan sudah dikirimkan pada Maret 2023.

Penyerahan e Certificate of Completion IQPMA’S Application Document Preparation. Sebagai hasil perjuangan panjang PKT melalui manajemen dan champion team maka IQPMA menyerahkan e Certificate of Completion Application Document Preparation kepada PKT disaksikan para pihak secara virtual. 

Diskusi OFI to AFi. Dalam diskusi ini diberikan kesempatan kepada PKT untuk memberikan tanggapan berupa pertanyaan, usulan dan atau komentar untuk perbaikan ke depan. Dari hasil diskusi secara umum PKT menerima masukan untuk perbaikan ke depan dan berusaha untuk memenuhi batas waktu pengiriman Dokumen Aplikasi sebagai peserta GPEA 2023 yang semakin lebih dini dibanding tahun-tahun sebelumnya. Harapan bersama pada masa-masa berikutnya acara pertemuan seperti ini dapat diselenggarakan secara offline.

Kunjungan Perusahaan ke PUSRI secara Online – GPEA 2022

Kontributor : Suradi, SE, MM – DPP AMMPI

Selamat atas semangat Pusri mengikuti GPEA 2022 yang perdana. Pada kesempatan yang berharga ini Jumat, 15 Juli 2022, Suradi selaku Ketua Umum DPP AMMPI (IQPMA) menyampaikan rasa syukur dan mengucapkanan selamat kepada Manajemen dan staf Pusri mengikuti GPEA 2022  untuk perdana ini. Keikutsertaan dalam GPEA 2022 pengalaman perdana ini tentu menuntut dan menuntun Pusri melalui Champion Team nya bekerja extra effort  dengan menyusun Dokumen Aplikasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Secara umum Pusri sebagai perusahaan yang menerapkan kaidah dan norma kinerja unggu menjadi  kekuatan dan keunggulan Pusri dalam menjalankan strategi, layanan dan operasionalnya di pasar nasional maupun pasar global

Beberapa value creation yang memperkuat bargaining position Pusri antara lain kegiatan inovasi  baik dari segi tata kelolanya maupun kontennya yang mengaktualisasikan tahapan learning dalam prosesnya dan resultnya.  Beberapa event inovasi yang diikuti antara lain  TKMPN di tingkat nasional, khusus inovasi K3 ICC OSH 2021-2022 dan event inovasi internasional.

Lebih lanjut secara kelembagaan AMMPI meyampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan, kerjasama dan kerja kolaboratif Champion Team Pusri dengan Tim GPEA AMMPI yang tetap solid dan bekerja secara smart. Semoga dalam proses assessment di GPEA 2022 ini Pusri meraih hasil yang terbaik. Aamiin. Harapan kita kerjasama dan kolaborasi dapat kita pertahankan dan tingkatkan lebih baik lagi ke depan. Akhirnya di penghujung sambutan menyampaikan pesan moral :

Bila tuan ke Palembang, jangan lupa singgah ke jembatan ampera.

Bersama kita berjuang, semoga Pusri semakin jaya

Pake mobil kecil, pergi wisata. Bawa makanan hangat  jangan lupa.

Semoga Pusri berhasil dalam GPEA 2022.   Hadirkan manfaat untuk bangsa. 

Gayung bersambut. Manajemen Pusri yang diwakili oleh pak Yusman selaku SVP SDM dengan rasa syukur dan kearifan megucapkan selamat datang di Pusri meski kali ini dilakukan secara Online dan menyambut baik atas inisiatif dan program aksi kunjungan perusahaan ini sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan prosesi keikutsertaan Pusri dalam GPEA 2022.

Diakui bahwa PUSRI sesuai dengan asesmen kinerja unggul pada posisi Emergyng Industry Leader dengan skor 640. Dalam perjalanannya mengalami pertumbuhan skor dan dinamika lembaga yang melakukan asesmen yaitu KPKU dan IQAF.  Keikutsertaan Pusri dalam GPEA 2022 melalui proses perjalanan dan perjuangan panjang dengan  pemahaman yang sama untuk pemenuhan kriteria Malcom Baldrige dan secara konsisten dilakukan oleh Pusri.  Sebagai closing mark SVP SDM menyampaikan inspirasi dan motivasi bahwa melakukan yang terbaik hari ini adalah untuk yang terbaik hari esok.

Proses Keikutsertaan PUSRI dalam GPEA 2022. Dalam kesempatan yang berharga ini proses keikutsertaan Pusri dalam GPEA 2022 disajikan  oleh Abdul Halim selaku Tim GPEA-IQPMA dengan materi GPEA APQO winner & conference, proses peserta GPEA, proses penyusunan Dokumen Aplikasi, peta kinerja dan kualitas Dokumen Aplikasi, Next program GPEA dan Conclusion.  Secara holistic view Pusri manghasilkan jumlah inovasi proses sebanyak 69 inovasi. Kinerja good level (lebih baik dari tahun sebelumnya) sebanyak 242 data atau 74% dari 327 data. Asih terdapat kinerja poor (memburuk dari tahun sebelumnya) sebanyak 82 data atau 26%, tidak memiliki pembanding dan lagging comparison 200 data serta integration 209 data atau 63%.

Oleh karena itu sebagai peluang pengembangan ke depan agar kegiatan inovasi Pusri lebih diarahkan atau prioritaskan ke inovasi pada kinerja poor tersebut. Pusri dalam mengelola bisnisnya perlu mengintegrasikan Bisnis Ekselen, TQM dan ISO. Di sisi lain perlu peningkatan kapabilitas SDM melallui training BEF Capabilities : awareness, insight application document.  

Program GPEA 2023. Untuk program GPEA 2023 Damayanti sebagai Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri AMMPI menyampaikan materi persyaratan dan jadwal pelaksanaan GPEA. Untuk GPEA 2023 akan diselenggarakan secara offline di Meksiko pada Oktober 2023 dengan beberapa jenis penghargaan : APQO International Individual (AIIA), APQO Innovation Class (AIC), APQO Internasional Best Practice (AIBP), Awrad for Contributing for Excellence (ACE Team) dan Global Performance Excellence Award (GPEA). Pada kesempatan ini ditegaskan kembali bahwa keikutsertaan GPEA 2023 lebh diperketat lagi terutama batas akhir pengiriman Dokumen Aplikasi peserta diharapkan sudah dikirimkan pada Maret 2023.

Penyerahan e Certificate of Completion IQPMA’S Application Document Preparation. Sebagai hasil perjuangan panjang Pusri  melalui manajemen dan champion team maka IQPMA menyerahkan e Certificate of Completion Application Document Preparation kepada Pusri disaksikan para pihak secara virtual. 

Diskusi. Dalam diskusi ini diberikan kesempatan kepada Pusri untuk memberikan tanggapan berupa pertanyaan, usulan dan atau komentar untuk perbaikan ke depan. Dari hasil diskusi secara umum Pusri berterimakasih atas masukan untuk perbaikan ke depan. Adapun rencana yang akan dilakukan antara lain melakukan benchmark atau studi banding ke perusahaan best practice yang meraih world class company baik di dalam negeri maupun peserta GPEA dari luar negeri.  

Zona Muhasabah : As Syakuur – Yang Maha Pembalas Budi

Penulis : Suradi- AMMPI

Apa itu syukur. Syakuur berasal dari kata Syakara yang berarti pujian atas kebaikan dan penuhnya sesuatu.  Maha bersyukur Allah yang mengembangkan atau memperbanyak imbalan yang dilakukan oleh hamba-hambanya meskipun amalannya sedikit.  “Dia mensyukuri ketaatan hambanya sehingga arti syukur Allah adalah dengan memberi mereka banyak pahala dan menerima amal mereka yang sedikit diganti dengan pahala yang sangat banyak (Imam Al Qurthubi).

Asy Syakuur adalah yang berterima kasih atas amal yang sedikit, yang memaafkan kesalahan yang banyak dan Dia tidak mengabaikan balasan bagi orang-orang yang berlaku baik bahkan melipatgandakannya (The Miracle of Asmaul Husna).  Bahkan Imam Khattabi berkata : Asy Sayakuur adalah mensyukuri (berterima kasih) ketika hanya dipatuhi sedikit saja yang memberi kenikmatan yang banyak dan yang menerima balasan terimakasih yang sedikit .

Ibrah dan hikmah sebuah kisah. Seseorang sedang menjalani perjalanan melihat sebuah tenda. Di dalam tenda tersebut ada seseorang yang senantiasa mengucapkan hamdallah dan tasbih. Ternyata orang tersebut adalah orang yang buta, tangannya buntung dan dalam kondisi ekonomi yang tergolong miskin. Kemudian musafir tersebut bertanya dan berdialog dengan orang yang berada dalam tenda tersebut :  Apa alasan anda mengucapkan hamdallah dan tasbih? Orang tersebut menjawab sebagai berikut :

  1. Bukankah hari ini aku diberikan akal sehat sehingga bisa membedakan  yang baik dan yang benar? Ya benar
  2. Bukankah aku masih bisa mendengarkan lantunan Al Quran? Ya benar
  3. Bukankah di luar sana banyak orang yang tidak berdzikir menyebut asma Allah? Ya benar
  4. Bukankah di luar sana banyak orang menyembah berhala? Ya benar

Ayat  Al Quran yang mendasarinya.  Nama Asy Syakuur telah disebutkan oleh Allah beberapa kali di dalam Al Quran, antara lain :

(QS At Taghabun : 17) “Jika kamu meminjamkkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah Allah melipatgandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu dan Allah Maha Pembalas jasa lagi maha pengampun.”

(Q.S.14:7) “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan :  Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Pengaruh positif. Menjadi motivasi buat hamba Nya agar senantiasa mensyukuri nikmat Nya sekecil apapun nikmat bila disyukuri pasti akan ditambah nikmat oleh Nya. Begitu banyak nikmat Allah yang dikaruniakan kepada kita yang selayaknya kita bersyukur. Di saat pandemi Covid-19 ini atau bahkan ketika kondisi normalpun begitu mahalnya menghirup oksigen ketika harus dibantu dengan tabung oksigen sedangkan Allah memberikan kebebasan dan gratis untuk menghirup oksigen ketika kita dalam keadaan sehat wal afiat.

Aplikasi dalam kehidupan. Berusaha mensyukuri segala nikmat Nya dengan memperbanyak dzikir (hamdallah) kepada Allah dimanapun dan kapanpun kita berada dan berkarya.  Menjalankan segala kewajiban yang ditetapkan Allah dan rasul Nya dengan berpedoman pada Kitabullah dan Sunnah Rasul. Berterima kasih kepada orang-orang yang telah menjadi jalan kebaikan dan datangnya nikmat dengan cara berkumpul dengan para guru kita dengan para orang-orang sholeh sehingga senantiasa terjaga dan semakin memperkuat derajat iman dan takwa. Tidak menggunakan nikmat dari Nya untuk bermaksiat namun sebaliknya kita menggunakan nikmat Allah untuk jalan kebaikan seperti kendaraan yang kita miliki untuk memberikan kemudahan kita mengikuti majlis ilmu, ke masjid dan lokasi kebaikan lainnya.

Sebagai rasa syukur kita maka apa yang diperoleh dalam setiap majlis ilmu dapat diaktualisasikan dengan turut mensyiarkan kepada suami/istri, anak, cucu dan teman-teman terdekat sehingga semakin menebarkan manfaat dan bernilai ibadah.

Tiga nikmat dan cara mensyukurinya. Pertama,nikmat hidup karena banyak saudara-saudara kita yang sudah wafat sedangkan kita masih diberikan nikmat hidup untuk dijadikan ladang bertambahnya amal kebaikan dan menebarkan manfaat. Kedua, nikmat kemerdekaan untuk memilih dan membedakan mana yang haq dan mana yang batil,. Ketiga, nikmat hidayah yang Allah karuniakan sedang kita bertugas untuk menyampaikan risalah kebenaran dan mengajak  kepada orang lain (sampaikanlah walau hanya satu ayat).

Sedangkan cara mensyukuri nikmat Allah ada empat. Pertama,   meyakini bahwa segala sesuatu hanya milik Allah termasuk orang-orang terdekat kita seperti orangtua, suami/istri, anak, cucu yang satu per satu akan meninggalkan kita. Kedua, selalu memuji Allah dengan ucapan Alhamdulillah sebagai tanda rasa syukur kita atas karunia dan nikmat yang Allah berikan.Ketiga,  memanfaatkan nikmat yang diberikan untuk jalan kebaikan dan menebarkan manfaat bagi kemaslahatan umat. Keempat,   berterima kasih kepada orang yang menjadi jalan kebaikan seperti para guru ngaji, guru majlis taklim dan sejenisnya sehingga kita bisa belajar membaca Al Quran dan mengdapatkan ilmu dan hikmah lainnya.

Mutiara hikmah. Sesungguhnya Allah Ta’ala sedikitpun tidak akan berbuat aniaya terhadap kebaikan orang mukmin. “Penghargaannya diberikan sewaktu dia di dunia dan di akherat kelak diapun akan mendapatkannya. Adapun orang kafir hanya akan mendapatkannya di dunia saja. Sedangkan di akherat dia tidak akan mendapatkan apa-apa dari kebaikannya itu”. (HR Ahmad).

Rasanya kita perlu dan wajib  menyediakan waktu sejenak untuk memuhasabah diri, kilas balik diri atau berkontemplasi diri untuk mensyukuri atas nikmat dan karunia yang Allah berikan kepada kita dengan segala pengalaman  secara fisik, emosional dan spiritual.

Ada pesta ada hadiah, hadiah dibuka isinya arloji. Semoga tulisan ini menambah ilmu dan hikmah, sebagai nasehat bermuhasah diri.

REJUVENATE OUR SERVICE QUALITY THRU INNOVATION

Penulis : Suradi- AMMPI

Fokus pada pelanggan.

Keberhasilan suatu ORGANISASI sangat dipengaruhi oleh bagaimana ORGANISASI dapat  membahagiakan pelanggan (internal maupun eksternal) yang dituju. ORGANISASI  sebagai sebuah sistem memfokuskan kegiatan pada pelanggan agar dapat lebih efisien, efektif dan produktif dalam menjalankan kegiatan dan memberikan jasa maupun produk yang berkualitas sesuai dengan need & want pelanggan eksternal. Di lain pihak juga harus membahagiakan pelanggan internal agar dapat menghasilkan layanan yang berkualitas.

Pelayanan pelanggan hendaknya diarahkan kepada pelayanan yang berkesinambungan bahkan sampai seumur hidup dalam mencapai kebahagiaan pelanggan. Suatu hal yang perlu diperhatikan dalam penyediaan jasa adalah mendengar suara pelanggan dalam arti bahwa organisasi melakukan interaksi dengan pelanggan yang disertai umpak balik sebagai control dan ukuran keberhasilan.

Suara pelanggan diterjemahkan menjadi program organisasi. Layanan diberikan menurut kebutuhan dan keinginan pelanggan yang pada tahap lanjut perlu diberikan antisipasi layanan terhadap latent needs agar pelanggan merasa bahagia.

Kualitas jasa sangat ditentukan oleh pelanggan. Oleh karena itu suara pelanggan menjadi pertimbangan dan masukan utama  dalam penyusunan strategi dan inovasi organisasi seperti kegiatan ritual service quality yang saat ini sedang dan terus digairahkan di beberapa organisasi. Apakah seluruh suara pelanggan diterjemahkan menjadi program organisasi? Suatu hal yang pasti tiada sempurna namun ada yang lebih baik  karenanya perlu seleksi terhadap suara  pelanggan.

Program pelayanan berkualitas menuju kebahagiaan pelanggan diharapkan mengkristal pada seluruh anggota organisasi. Kualitas layanan adalah daya saing organisasi yang merupakan kunci sukses. Hal ini dapat diaktualisasikan dengan inovasi, inovasi dan inovasi yang tiada henti baik dalam dimensi kuantitas maupun kualitasnya.

ANAlisa KONdisi yang Ada (ANAKONDA).

Kiprah ORGANISASI dalam menemukenali munculnya inovasi dari para pemangku kepentingan ORGANISASI telah lama digulirkan mulai yang bersifat kelompok seperti Gugus Kendali Mutu (GKM) dan Proyek Kendali Mutu (PKM) atau yang bersifat individual seperti Suggestion System, Circle Leader,  pemenuhan terhadap performance indicator tingkat ORGANISASI, nasional dan global, pemenuhan terhadap klausul ISO dan kriteria Malcolm Baldrige serta pemenuhan terhadap Kontrak Manajemen.

Dari perolehan atau produktivitas inovasi tersebut bisa dilihat dari 3 perspektif yakni Pelayanan, Teknik (Produksi) dan Support. Kondisi yang ada  porsi inovasi yang berbasis pelayanan umumnya lebih  sedikit mengemuka. Namun demikian munculnya inovasi dari Teknikdan Support secara value chain punya kontribusi juga terhadap pemenuhan need & want customer secara tidak langsung.

Inovasi yang beorientasi pelanggan.

Dalam perjalanannya ORGANISASI umumnya telah menerbitkan beberapa kebijakan yang terkait dengan pengelolaan inovasi yang didalamnya mendefinisikan bahwa inovasi adalah proses yang kreatif dalam penciptaan hal-hal/ide atau metode baru maupun kegiatan perbaikan ulang baik dalam bentuk produk, proses atau jasa yang dikembangkan dan diperdagangkan melalui tahapan kegiatan yang berhubungan dengan penciptaan nilai dan peningkatan produktivitas.

Sejalan dengan tuntutan kebutuhan dan keinginan pelanggan yang semakin dinamis dan sophiscated maka harus diimbangi dengan innovation dan continuous improvement yang beorientasi kepada pelanggan. Suatu organisasi sebagai barometer dan motor penggerak pendapatan adalah pelanggan seharusnyalah terus bergerak memotivasi jajarannya dengan menetapkan tema inovasi setiap tahunnya.

Banyak organisasi yang memiliki komitmen tinggi dan mendukung munculnya inovasi yang berorientasi kepada pelanggan karena ada pengembangan organisasi yang menata kelola  customer care (after sales) dan beberapa unit kerja yang menangani sales. Sehingga secara fungsi hal tersebut menjadi strength dan opportunities for improvement dalam berinovasi. Yang menjadi tuntutan kita bagaimana melakukan change habit dan change attitude menuju ke inovasi yang merefleksikan rejuvenate service quality.

Pendekatan 5 System Component

Bagaimana membumikan inovasi yang bisa berorientasi kepada pelanggan? Ada pendekatan yang relevan dalam me_rejuvenate our service quality thru innovation yakni 5 system component. Pendekatan ini lebih menyentuh pada proses organizational learning sehingga total comprehensive.

Komponen-1, strategy & policy.

Hal ini bisa menginspirasikan manajemen untuk mengaktualisasikan inovasi dalam bentuk strategy dan policy yang menunjang service quality. Hal ini diakomodasi dengan munculnya ajang Quality Strategic Innovation (QSI).

Komponen-2, Proses bisnis on SerQual.

Dapat dilakukan dengan perbaikan proses yang eksisting maupun create new business process terutama proses untuk memberikan kemudahan, kecepatan dan kepastian bagi pelanggan. Tinjauan terhadap proses bisnis secara dinamis dapat diindikatorkan ke dalam tahap Learning dengan  melakukan review yang solusinya berupa inovasi.

Komponen-3, IT Tools & Infrastructure for SerQual.

Trend yang terjadi saat ini di era digitalisasi ini inovasi dapat menumbuhkan munculnya inovasi berupa aplikasi sehingga patut dipertahankan dan ditingkatkan lagi karena aktivitas yang dilakukan secara automatically by application sangat memberikan value bagi pelanggan. Hal-hal yang perlu dikembangkan adalah bagaimana IT Tools tersebut dapat terstandarisasi dan terintegrasi sehingga dalam implementasinya tersistem secara korporasi atau minimal regional.

Komponen-4, People attitude,  competencies & Pasion.

Suatu hal yang sangat mungkin dalam berinovasi dapat mendorong tumbuhkan kemauan terciptanya environment yang peduli kepada pelanggan. Sehingga cara-cara yang mengarah pada transformation attitude dapat dijadikan lahan untuk berinovasi secara lebih high touch.

Komponen-5, Moment of Truth.

Kesan pertama itu menggoda dan memberikan pesona pelanggan. Untuk itu inovasi yang dapat mendeskripsikan bagi para petugas yang berhubungan dengan pelanggan baik by phone, walk in  maupun web in menjadi peluang bagi para inovator di tataran operasional, managerial dan strategic.

Commitment & Consistence

Dalam perjalananannya komitmen dari leader sampai dengan tataran operasional menjadi suatu kebutuhan sehingga dalam berinovasi tidak event mindset tetapi bisa built in dalam operasional. Sedangkan dari aspek konsistensinya antara manajemen, pengelola dan pelaku (inovator) dapat bersinergi dan berkolaborasi antara lain pelaporan hasil karya inovasi dan penilaian dilakukan secara on going process, atensi dan apresiasi manajemen kepada para inovator yang berkelanjutan.

Ingin lihat jam gadang, datanglah ke Bukit tinggi. Selamat berjuang, teruslah berinovasi.

RAKERNAS : Media Cerdas Peningkatan Mutu dan Produktivitas

Penulis : Suradi – AMMPI

Antara Compliance dan Agility. Ada sebuah pendekatan yang mendasari penyelenggaraan RAKERNAS AMMPI 2022 ini adalah pemenuhan terhadap aspek legal sesuai yang tersurat dan tersirat dalam AD/ART organisasi AMMPI dan menjadi program tahunan AMMPI dalam berkiprah dan berkarya nyata menuai untuk menuai prestasi kinerja.

Dalam proses, perjalanan dan perjuangan panjang AMMPI menuntut agility baik secara personal oleh diri para pengurusnya maupun secara  komunal kelembagaan melalui organisasi AMMPI dalam menghadapi tantangan (challenges) dan memanfaatkan peluang (opportunities) untuk hari esok yang lebih baik dan lebih baik lagi.

Kiprah dan Karya Nyata AMMPI. Dalam RAKERNAS ini terdapat 5 bidang ditambah dengan fungsi kesekretariatan dan kebendaharaan DPP AMMPI yang memaparkan unjuk kerja dan usulan yang diharapkan. Tujuh pemateri utama ini telah melakukan konsolidasi internal per bidang masing-masing untuk merumuskan dan menyusun Program Kerja dan Capaian selama 2  tahun terakhir ini (2021-2022) dan usulan Kongres IV 2022.  Ke tujuh pemateri tersebut diawali oleh Bidang Hubung Luar Negeri kemudian dilanjutkan ke presenter berikutnya Bidang Penelitian & Pengembangan, Bidang Pengembangan Profesi & Sertifikasi, Bidang Dalam Negeri & Kemasyarakatan, Bidang Pengembangan Organisasi, Kesekretariatan dan Kebendaharaan.

Sedangkan untuk usulan Kongres IV 2022 secara umum memberikan angin segar, warna baru dan semangat terbarukan dengan munculnya beberapa usulan berupa konsep, desain organisas, metodologi dan portofolio   baru untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkannya sebagai peluang.

RAKERNAS AMMPI yang digelar pada  Sabtu, 23 Juli 2022 kalau kita kilas balik maka DPP AMMPI 2019-2022 telah memutar siklus PDCA selama  3 tahun kurang 1 bulan 3 hari  sejak kongres III AMMPI 2019 yang diselenggaraka pada tanggal 27 Agustus 2019.  Masih segar di ingatan kita bahwa 3 hari sejak penyelenggaraan Kongres III 2019 langsung gaspol dengan menelorkan rekomendasi ke pemerintah RI dan dilanjutkan berkolaborasi membangun ekosistem mutualistik dengan Lembaga Produktivitas Nasional (LPN) pada 12 September 2019 turut berkontribusi dalam Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (GN P2DS).

Meski setelah RAKERNAS pada 29 Februari 2020 kemudian dilanda pandemi Covid-19 baik di tingkat lokal, regional dan nasional bahkan tingkat global  namun banyak dan beragam kiprah dan karya nyata yang telah dan terus kita dedikasikan dan kontribusikan untuk negeri dan  menjadi value creation antara lain :

  1. Peran bidang penelitian dan pengembangan dalam menggoalkan program GPEA yang diikuti oleh beberapa aplikan perusahaan di Indonesia dan program IPEA yang merupakan program baru pada tahun ini dan langsung ada 2 institusi yang mengikuti IPEA yaitu dunia akademisi (BINUS) dan perusahaan (anak perusahaan BUMN). Beberapa program training baru  antara lain Global Assessor Course (GAC).
  2. Peran bidang pengembangan profesi dan sertifikasi untuk membangun ekosistem mutualistik dengan asosiasi yang berafiliasi terhadap produktivitas antara lain APPRODI dan sejenisnya.
  3. Peran bidang hubungan dalam negeri dan kemasyarakatan menyelenggarakan benchmark atau studi banding dalam negeri antara lain ke  PT. Toyota Manufacturing Indonesia dan merintis kolaborasi dengan Toyota Academy untuk menyelenggarakan webinar (ALIF dan lainnya) serta peluang berkolaborasi dengan BLK dan sejenisnya.
  4. Peran bidang hubungan luar negeri yg tetap mempertahankan peserta GPEA dan mencari aplikan baru GPEA, benchmark tingkat internasional dengan pihak luar negeri  serta keikutsertaan beberapa perusahaan  dalam event inovasi internasional.
  5. Peran bidang pengembangan organisasi yang terus berusaha mempertahankan anggota yang ada  dan mencari anggota baru (beberapa orang secara personal maupun komunanl berminat  bergabung menjadi anggota baru di AMMPI).

Ke depan sinergitas antar bidang semakin kita perkuat dan memperjelas TUPOKSI yang dirumuskan dalam proses lateral antara lain IPEA, penyelenggaraan webinar (ALIF dan lainnya)  oleh Bidang Hubungan Dalam Negeri & Kemasyarakatan. Selain kiprah dan karya nyata melalui pendekatan struktural dan formal organisasi AMMPI maka ada terobosan baru dan kepedulian pejuang AMMPI yang langsung dilakukan oleh Ketua Umum DPP AMMPI dengan menyelenggarakan program EMAS yaitu Edukasi Mutu Awal Santri ke beberapa pesantren di Serpong dan sekitarnya bahkan mendapatkan support dari WKM untuk pemberian hadiah kepada santri aktif atau berprestasi.

Adaptif dan Perbaikan Bekelanjutan. Dengan semakin berkembang dan perubahan lingkungan yang terjadi serta tuntutan para pemangku kepentingan yang semakin dinamis dan sophiscated menjadi challenge (tantangan) AMMPI sehingga wajib hukumnya untuk menyikapi dan mensolusikannya sebagai big opportunity bagi pejuang AMMPI yang tetap komitmen dan konsisten untuk mendedikasikan diri sebagai pejuang mutu dan produktivitas.

Beberapa konsep, design  thinking dan new portfolio & methodology telah digagas, diisiasi dan dipresentasikan pada saat RAKERNAS. Untuk lebih fokus pembahasannya maka menjadi embrio untuk diangkat dalam Focus Group Discussion (FGD) dalam sesi khusus Kongres IV 2022 dan mulai dikomunikasikan juga melalui media sosial dan media digital AMMPI. Terus semangat dan semangat terus …. Itulah komitmen pejuang AMMPI berkontribusi untuk negeri.

Terus semangat menyongsong Kongres ke Empat.

Harapan kita  dengan RAKERNAS  ini sebagai media konsolidasi intern dan antar bidang dalam memperkuat soliditas, solidaritas dan sinergitas AMMPI untuk menjaga dan meningkatkan  positive sustainability growth. Selain itu RAKERNAS ini juga sebagai bridging menuju susksesnya Kongres IV AMMPI 2022.

Sukses gelaran RAKERNAS menjadi salah satu indikator keberhasilan dalam memotret performansi dan membangun proses lateral secara holistic view dan terintegrasi secara terstruktur, terukur dan tertelusur. Banyak potensi dan talenta yang menjadi diamond yang masih terpendam mulai dari komitmen, konsistensi dan kompetensi para pejuang mutu dan produktivitas sejati. Mari kita aktualisasikan dalam tataran program aksi dan operasional di lapangan sebagai upaya untuk memberikan Customer solustion melalui Communication dengan memanfaatkan media sosial dan media digital serta memberikan Convinient channel yang bisa mempermudah dan mempercepat akses dan respon atas dinamika pemikiran atau gagasan para talenta dan the next generation AMMPI. 

Anak ayam turun sepuluh, mati satu tinggal Sembilan.

Setelah RAKERNAS songsong KONGRES secara utuh dengan semangat kebersamaan.

Bila hari ini hari Sabtu maka kemarin hari Jumat

Potensi AMMPI yuk bersatu padu, raih prestasi penuh semangat

Selamat bekerja dan bekerja sama setelah mengikuti RAKERNAS menyongsong Kongres IV. Teriring doa semoga Allah mudahkan dan berkahi segala urusan kita. Aamiin

Antara Budaya K3 dan Peningkatan Mutu dan Produktivitas

Penulis : Suradi-AMMPI

  1. Latar Belakang

Industri kerja telah berhasil menurunkan tingkat kecelakaan dengan mengadopsi perbaikan engineering dan penerapan sistem manajemen K3 yang lebih maju. Namun, kinerja K3 telah mencapai tahap stagnan. Meski sudah banyak uang dan usaha yang dikeluarkan, peningkatan kinerja yang dihasilkan tidak berbeda signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.

Saat ini, sebagian besar kecelakaan berasal dari kesalahan (error) atau pelanggaran (violation) pekerja. Langkah besar yang harus ditempuh adalah membangun budaya K3 yang baik dan benar, sehingga mempengaruhi perilaku pekerja secara positif, yang pada akhirnya akan menurunkan tingkat kesalahan dan pelanggarannya serta meningkatkan produktivitas kerja.

Budaya, bisa kita definisikan secara sederhana sebagai perilaku, nilai-nilai dan keyakinan yang menjadi dasar ‘cara melakukan sesuatu’ yang dilakukan seseorang maupun kelompok dalam suatu perusahaan.

Terdapat acuan klasifikasi tahapan budaya K3 perusahaan. Dengan mengetahui di posisi  mana perusahaan berada, maka dapat mengetahui apa saja yang diperlukan untuk menuju budaya K3 dalam perusahaan.

2. Analisa Situasi

2.1       Situasi masa lalu

Banyak perusahaan secara komunitas yang beranggapan penerapan Sistem Manajemen K3 menjadi beban yang membutuhkan biaya dan investasi yang cukup besar sehingga tidak menjadi skala prioritas dalam perencanaan dan operasionalnya.

Di sisi lain kesadaran para pekerja maupun manajemen terhadap penerapan Sistem Manajemen K3 masih dirasakan sebagai beban tambahan sehingga masih terkesan merepotkan dalam melaksanakan suatu pekerjaan bahkan tidak ada sangsi yang diberikan ketika seseorang melanggar kaidah atau aturan K3 baik oleh manajemen internal perusahaan maupun dari eksternal perusahaan termasuk pemerintah.

Organisasi sebagai salah satu perusahaan di bumi nusantara ini yang menerapkan Sistem Manajemen K3 masih belum terintegrasi secara nasional sehingga masih berorientasi pada unit bisnis masing-masing. Dari sisi budgetnyapun masih bervariasi besarannya dan cenderung mengalami kesulitan dalam mengendalikannya  serta mengevaluasinya.

2.2 Situasi masa kini

Posisi saat ini meski telah banyak mengalami perubahan paradigma ke arah yang lebih baik terhadap implementasi Sistem Manajemen K3 baik secara individual maupun korporasi namun secara umum persentasenya masih relatif kecil performansi mitra yang menyediakan jasa pengamanan khusus budaya pelayanan  belum diukur oleh Organisasi yang dituangkan dalam isian checklist.

Kemampuan sumber daya dalam budaya pelayanan yang dimiliki tidak optimal mengingat sistemnya belum terbangun dan diatur secara kontraktual.

Organisasi dengan transformasi organisasi yang digulirkan dengan terbentuknya unit kerja pengelola K3  secara terpusat maka lebih memudahkan sistem komando dan budget secara nasional dalam menerapkan Sistem Manajemen K3. Dalam penerapannya mulai terintegrasi secara nasional namun budaya K3 secara korporasi belum terbangun secara overall.

2.3       Situasi masa depan

Dengan memperhatikan situasi masa lalu dan masa kini dengan segala kompleksitas permasalahannya harus diikuti dengan perubahan-perubahan ke depan yang lebih baik. Bentuk pola penerapan Sistem Manajemen K3 hendaknya berorientasi pada peningkatan profesionalisme dan proporsinya yang menjadikan K3 sebagai budaya perusahaan. Perubahan dan trend yang muncul dapat dimanfaatkan dengan pendekatan secara komprehensif dan terintergrasi dalam menerapkan Sistem Manajemen K3 di Organisasi. Ada beberapa segmen yang langsung maupun tidak langsung merasakan fungsi dan peran K3 menjadi budaya perusahaan  ini antara lain para stakeholder seperti para pegawai, para pelanggan, regulator dan mitra kerja  lainnya.

3. Analisa Masalah

3.1       Analisa OTSW

Opportunities : Memiliki mitra kerja yang membidangi penerapan Sistem Manajemen K3. Kesadaran para stakeholders antara pelanggan dan tamu Organisasi akan pentingnya penerapan Sistem Manajemen K3. Semakin banyaknya peluang Organisasi dalam mengikuti tender yang mensyaratkan penerapan Sistem Manajemen K3  dan sertifikasi K3.

Threats : Perusahaan lain yang telah menerapkan Sistem Manajemen K3 secara lebih komprehensif dan integratifKesiapan perusahaan lain dalam mengikuti tender yang mensyaratkan sertifikasi Sistem Manajemen K3.

Strengths : Kesiapan perusahaan dan karyawan dalam menerapkan Sistem Manajemen K3. Sumber daya keuangan yang menunjang untuk penerapan Sistem Manajemen K3.  Teknologi yang dimiliki untuk keperluan monitoring penerapan Sistem Manajemen K3 dengan aplikasi SMK3 dan Safety Care.

Weakness : Mind set karyawan yang masih berorientasi pada pemenuhan kebutuhan K3 yang sesaat sehingga dapat menimbulkan resistensi dan menjadi beban tambahan. Kurangnya kemauan perusahaan untuk mengenali dan atau menangani isu yang menyebabkan buruknya kinerja K3. Anggapan perusahaan sebagian besar masalah ada di tingkatan pekerja terendah dan karyawan masih minim kesadarannya serta hanya menginginkan program K3 yang sederhana. Orientasi pelaksanaan program K3 hanya untuk memperbaiki isu kinerja seperti kecelakaan kerja

3.2     Key Success Factor

Agar sukses dalam menerapkan Sistem Manajemen K3 yang menjadi key success factors antara lain awareness dan understanding para karyawan dan manajemen Organisasi  dalam menjalankan budaya K3, adanya sistem pengukuran kinerja budaya K3 dan kesiapan teknologi yang menunjang kelancaran usaha menuju budaya K3 dalam perusahaan.

4. Analisa Keputusan

4.1       Objective

Strategic : Yang menjadi tujuan secara strategis adalah untuk menerapkan K3 dengan seutuhnya sehingga menjadi budaya perusahaan yang berdampak pada kelangsungan bisnis perusahaan yang diaktualisasikan keseharian kerja dan pencitraan melalui budaya K3.

Financial : Besarnya biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk membiayai penerapan Sistem Manajemen K3 cukup signifikan sehingga perlu diformulakan skema baru yang dapat mendukung program K3 sebagai budaya perusahaan secara konsisten.

4.2       Challenges

Business : Dari aspek bisnis tantangan yang dihadapi dalam menerapkan K3 sebagai budaya perusahaan adalah untuk menjaga kelangsungan bisnis perusahaan. Risiko yang muncul dalam bisnis sering tidak terdeteksi sehingga perlu langkah-langkah preventive action yang dapat meminimize terjadinya risiko.

Operational : Secara operasional, penerapan Sistem Manajemen K3 dapat menjadi ruh bagi setiap karyawan Organisasi dan ditunjukkan dalam keseharian dalam menjalankan operasional.

Human Resource : Kesiapan personil yang terkait dengan penerapan Sistem Manajemen K3 menuntut kesadaran para karyawan dan perusahaan yang memiliki korelasi terhadap biaya yang dikeluarkan dan budaya K3.

  • Generic Strategies :

Cost Leadership : Ketika K3 menjadi budaya perusahaan mejadi suatu keputusan maka perlu diikuti dengan cost leadership yang memiliki multiflier effect terhadap tataran operasional.

Focus cost : Dalam berbisnis menuntut kebijakan internal perusahaan yang mempertimbangkan terhadap pengendalian cost yang dikeluarkan dibandingkan dengan benefit atau manfaat yang didapatkan. Sehingga focus cost menjadi salah satu pilar dalam menjaga kontinuitas bisnis Organisasi melalui budaya K3 ini.

Differention : Perlu dituntut kreativitas dan inovasi dalam menerapkan Sistem Manajemen K3 sehingga dapat menggerakkan dan motivasi para karyawan dan stakehlder lainnya untuk menerapkannya dan merasakan manfaat yang diperolehnya.

5. Analisa Masalah Potensial

5.1       Strategi Implementasi :

Financial perspective, indikasi dampak yang ditimbulkan dari budaya K3 dalam perusahaan, dapat disolusikan dengan optimalisasi anggaran yang terkait dengan Sistem Manajemen K3  baik secara  internal maupun eksternal.  

Customers Perspective , indikasi dampak yang ditimbulkan dari budaya K3 dalam perusahaan dapat disolusikan dengan melibatkan dan koordinasi dengan unit yang terkait dalam operasionalnya.

Internal Business Process Perspective, indikasi dampak yang ditimbulkan dari budaya K3 dapat disolusikan dengan mensistemkan kebijakan budaya K3.

Learning & Growth Perspective, indikasi dampak yang ditimbulkan dari budaya K3 yang terkait dengan learning & growth dapat disolusikan dengan kesadaran dan kesepahaman dalam menerapkan Sistem Manajemen K3 menjadi budaya perusahaan.

Benefit analysis

Dengan menerapkan budaya K3 dalam perusahaan maka diperoleh beberapa manfaat yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan mutu dan produktivitas kerja karyawan sehingga berkontribusi terhadap kelangsungan bisnis perusahaan secara jangka panjang. Adapun manfaat secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut :

6. Kesimpulan dan Saran

a.         Kesimpulan

Menyimak permasalahan yang dihadapi terdapat beberapa kondisi saat ini yang menimbulkan kesenjangan sebagai berikut :

  • Mind set karyawan yang masih berorientasi pada pemenuhan kebutuhan K3 yang sesaat sehingga dapat menimbulkan resistensi dan menjadi beban tambahan.
  • Kurangnya kemauan perusahaan untuk mengenali dan atau menangani isu yang menyebabkan buruknya kinerja K3.
  • Anggapan perusahaan sebagaian besar masalah ada di tingkatan pekerja terendah dan karyawan masih minim kesadarannya serta hanya menginginkan program K3 yang sederhana
  • Orientasi pelaksanaan program K3 hanya untuk memperbaiki isu kinerja seperti kecelakaan kerja
  • Belum  menerapkan Sistem Manajemen K3 secara lebih komprehensif dan integratif.
  • Saran

Sebagai solusi atas permasalahan yang ada terkait dengan budaya K3 dalam perusahaan adalah sebagai berikut :

  • Kesiapan perusahaan dan karyawan dalam menerapkan Sistem Manajemen K3 menjadi budaya perusahaan
    • Sumber daya keuangan yang menunjang untuk penerapan Sistem Manajemen K3.
    • Teknologi yang dimiliki untuk keperluan monitoring penerapan Sistem Manajemen K3 dengan aplikasi SMK3 dan Safety Care
    • Organisasi memiliki mitra kerja dan kolaborator antara lain anak perusahaan (yang membidangi penerapan Sistem Manajemen K3.
    • Kesadaran para stakeholders antara pelanggan dan tamu Organisasi akan pentingnya penerapan Sistem Manajemen K3.

Semakin banyaknya peluang Organisasi dalam mengikuti tender yang mensyaratkan penerapan Sistem Manajemen K3  dan sertifikasi K3.